kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Buyback Saham Rp 1,17 Triliun, Ini Tujuannya


Selasa, 17 Maret 2026 / 17:18 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Buyback Saham Rp 1,17 Triliun, Ini Tujuannya
ILUSTRASI. Bank Mandiri siapkan buyback Rp 1,17 T demi tingkatkan kepercayaan. Ini alasan di balik langkah besar yang bisa menguntungkan investor jangka panjang. (BANK MANDIRI/NATIVE)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bersiap melakukan aksi pembelian kembali alias buyback saham dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun. Aksi korporasi ini akan dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/3/2026), sumber dana buyback akan berasal dari kas internal perusahaan. Nilai pembelian kembali saham tersebut juga dipastikan tidak akan melebihi 10% dari total modal disetor perseroan.

RUPST tahun buku 2025 dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Apabila rencana ini disetujui, maka pelaksanaan buyback diperkirakan akan berlangsung dalam periode 30 April 2026 hingga 29 April 2027, atau maksimal 12 bulan sejak persetujuan diberikan.

Manajemen Bank Mandiri menjelaskan bahwa aksi buyback ini bertujuan untuk meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai jangka panjang serta prospek bisnis perseroan.

Baca Juga: Direksi Borong Saham, Lianawaty Tambah Kepemilikan BBCA Rp 2,02 Miliar

“Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen.

Selain itu, buyback juga menjadi bagian dari program kepemilikan saham bagi karyawan guna mendorong keterlibatan (engagement) dalam peningkatan kinerja jangka panjang. Program serupa juga berlaku bagi direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari kebijakan kompensasi berbasis kinerja dan risiko.

Adapun pengalihan saham hasil buyback kepada karyawan, direksi, dan dewan komisaris akan dilakukan dalam jangka waktu maksimal tiga tahun setelah proses buyback selesai.

Dari sisi kinerja keuangan, setelah aksi buyback dilaksanakan, total aset dan ekuitas konsolidasian Bank Mandiri masing-masing diperkirakan akan berkurang sebesar Rp 1,17 triliun menjadi Rp 2.828 triliun dan Rp 292,58 triliun.

 

Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) diproyeksikan turun tipis sebesar 0,07 poin menjadi 20,36%, dan return on equity (ROE) turun 0,01 poin menjadi 20,31%.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan memberikan dampak material terhadap biaya operasional maupun kinerja laba rugi perseroan. Hal ini karena Bank Mandiri dinilai memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×