kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

Laba Bersih Adira Finance (ADMF) Turun Jadi Rp 1,4 Triliun pada 2024


Kamis, 27 Februari 2025 / 18:09 WIB
Laba Bersih Adira Finance (ADMF) Turun Jadi Rp 1,4 Triliun pada 2024
ILUSTRASI. (KONTAN/Baihaki). Adira Finance mencatat penurunan laba bersih setelah pajak menjadi senilai Rp 1,4 triliun sepanjang tahun 2024.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat penurunan laba bersih setelah pajak menjadi senilai Rp 1,4 triliun sepanjang tahun 2024.

Head of Investor Relation & Research Adira Finance Sartika Lubis menjelaskan, turunnya laba disebabkan oleh kondisi ekonomi yang menantang serta melemahnya daya beli masyarakat. Sebagai informasi, pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba perusahaan tercatat senilai Rp 1,94 triliun.

"Sentimen tersebut pada akhirnya mempengaruhi payment capacity masyarakat, harga kebutuhan pokok meningkat, sementara peningkatan gaji juga lebih kecil dibandingkan peningkatan kebutuhan pokok," ujar Sartika kepada Kontan, Rabu (26/2).

Sementara itu, Adira Finance mencatatkan pendapatan mencapai senilai Rp 10 triliun pada tahun 2024, nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 5% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Tumbuh 5%, Adira Finance Bukukan Pendapatan Rp 10 Triliun pada 2024

Di sisi lain, total beban Adira Finance meningkat sebesar 17% secara year on year (YoY) menjadi senilai Rp 8,2 triliun. Menurut Sartika, peningkatan ini disebabkan oleh tingginya biaya pendanaan dan biaya kredit.

Akibatnya, laba bersih setelah pajak terkoreksi. Adapun Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing tercatat menjadi sebesar 5,3% dan 12,7%.

Dari sisi pendanaan, Adira Finance terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan baik melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon, dan memperoleh pinjaman eksternal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) serta pasar modal (obligasi lokal dan sukuk mudharabah). 

Lebih lanjut, Sartika menyampaikan bahwa pembiayaan bersama mewakili sekitar 48% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman Adira Finance pada 2024 meningkat sebesar 11% secara YoY menjadi Rp 17,9 triliun.

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Non-Otomotif Adira Finance Capai Rp 9,8 Triliun pada 2024

Selanjutnya: Catat Syarat dan Cara Pengajuan KUR Bank Sumut Tahun 2025

Menarik Dibaca: Finetiks & Bank Victoria Tawarkan Tabungan Digital dengan Imbal Hasil Hingga 6,25%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×