kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Laba bersih KSK Insurance Indonesia tumbuh 207,29% pada kuartal II-2021


Kamis, 05 Agustus 2021 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Dari kiri: Finance Director PT KSK Insurance Indonesia Suharjo Lumbanraja, President Director KSK Insurance Indonesia Dato' Sharifuddin Wahab


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT KSK Insurance Indonesia membukukan kenaikan laba bersih sebesar 207,29% pada kuartal II-2021. Kenaikan laba tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi bruto yang menyentuh dua digit.

Laba bersih perusahaan tercatat menjadi Rp 4,12 miliar pada kuartal II-2021 dari rugi Rp 3,84 miliar pada kuartal II-2020. Sedangkan, pendapatan premi bruto juga tumbuh sebesar 17,61% menjadi Rp 199,19 miliar pada kuartal II-2021.

Secara year to date, aset perusahaan tumbuh sebesar 0,97% menjadi Rp 565,43 miliar pada kuartal II-2021 dibandingkan periode Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp 560 miliar.

Baca Juga: KSK Insurance catatkan laba Rp 2,4 miliar di kuartal I-2021

President Director PT KSK Insurance Indonesia Dato' Sharifuddin Wahab mengatakan bahwa pertumbuhan signifikan pada laba perusahaan didukung dengan adanya program-program yang terus diluncurkan.

"Dalam 6 bulan terakhir, kami sudah meluncurkan program-program menarik seperti, KSK Peduli MV, KSK Peduli Rumah," ujar Dato' dalam keterangan resminya, Kamis (5/8).

Sementara itu, Finance Director PT KSK Insurance Indonesia Suharjo Lumbanraja menambahkan kalau kontribusi terbesar pada pendapatan premi bruto perusahaan berasal dari asuransi kendaraan bermotor dan properti yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 33%.

Disusul asuransi kesehatan sebesar 14%, asuransi rekayasa sebesar 11%, lalu asuransi pengangkutan 7% dan asuransi aneka 2%.

"Dua inovasi program yang telah kami luncurkan sebelumnya, terbukti berhasil mendorong kinerja Perusahaan," ujar Suharjo.

Baca Juga: Asuransi properti mendongkrak kinerja industri di kuartal pertama 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×