Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil menjaga laju profitabilitasnya tahun ini melalui strategi efisiensi.
Hingga Februari 2026, bank berkode saham BBRI ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 7,73 triliun, tumbuh 17,05% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Berdasarkan laporan keuangannya, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga bank sebesar 15,21% yoy menjadi Rp 6,74 triliun. Dus, meski pendapatan bunga bank sejatinya terkoreksi tipis 1,24% yoy menjadi Rp 25,89 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank berhasil tumbuh 4,83% yoy menjadi Rp 19,14 triliun.
Baca Juga: Libur Lebaran, BRI Andalkan 1,2 Juta Agen BRILink dan 627.000 Jaringan E-Channel
Di sisi lain, bank juga terpantau menurunkan impairment untuk tahun ini, yakni sebesar 15,77% yoy menjadi Rp 7,54 triliun. Pada gilirannya itu turut mendorong turun beban operasional bank 2,4% yoy menjadi Rp 9,53 triliun. Dus, laba operasional bank berhasil tumbuh 13,14% yoy menjadi Rp 9,61 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank juga berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni 10,49% yoy menjadi Rp 1.345,16 triliun. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 9,26% yoy menjadi Rp 1.508,84 triliun.
Baca Juga: BRI Imbau Nasabah Waspada File .APK Mencurigakan Jelang Libur Lebaran
Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah, yang mana giro bank berhasil tumbuh 16,48% yoy menjadi Rp 428,89 triliun dan tabungan tumbuh 11,57% yoy menjadi Rp 588,38 triliun. Di sisi lain, deposito hanya tumbuh tipis 1,28% yoy menjadi Rp 491,57 triliun.
Baca Juga: Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76%, BRI Siap Perkuat Penyaluran KUR ke UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













