Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2026 mencapai 4,76% secara tahunan (year on year/YoY). Angka ini meningkat tajam dibandingkan inflasi Januari 2026 yang sebesar 3,55% YoY.
Capaian tersebut menjadi inflasi tahunan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, inflasi tertinggi tercatat sebesar 4,97% pada Maret 2023, menandakan tekanan harga kembali menguat. Kenaikan harga pangan turut menjadi salah satu pendorong utama inflasi.
Data terbaru BPS juga menunjukkan inflasi pangan bergejolak (volatile food) pada Februari 2026 mencapai 2,5% secara bulanan (month to month/MTM) atau 4,64% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: Bisnis Remitansi Perbankan Diproyeksi Terus Tumbuh Positif pada 2026
Peningkatan inflasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, faktor musiman menjelang Ramadan, hingga ketidakpastian akibat konflik geopolitik global.
Merespons kenaikan inflasi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan siap memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendukung segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Senior Executive Ultra Mikro BRI Muhammad Candra Utama mengatakan, segmen utama penyaluran kredit BRI memang difokuskan pada UMKM.
Melalui penyaluran KUR yang lebih optimal, BRI berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas distribusi, serta memperkuat daya saing usaha.
“Kalau bicara tentang kredit dan pembiayaan, fokus kami tetap UMKM, karena memang kami dilahirkan dari UMKM,” ujar Candra dalam acara Kontan Share n Learn di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 178,8 triliun yang menjangkau sekitar 3,8 juta debitur.
Baca Juga: Saham Perbankan Ikut Tertekan Geopolitik
Penyaluran tersebut didominasi oleh sektor pertanian, pangan, dan agribisnis.
Candra optimistis realisasi penyaluran KUR dapat meningkat pada tahun ini. Sebagai bank milik negara, BRI memandang program KUR sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM nasional.
“Posisi kami pada Desember lalu, penyaluran KUR mencapai sekitar Rp 179 triliun atau hampir 100% dari kuota yang diberikan kepada kami, yaitu Rp 180 triliun,” jelasnya.
Ia menegaskan, BRI akan tetap menjaga fokus pembiayaan pada sektor UMKM dan tidak menyalurkan kredit yang tidak berkaitan dengan ekosistem usaha mikro.
Secara kumulatif, sejak 2015 hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 1.435 triliun kepada 46,4 juta debitur di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













