kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Laba CIMB Niaga turun, ini tiga penyebabnya


Rabu, 03 Desember 2014 / 18:12 WIB
Laba CIMB Niaga turun, ini tiga penyebabnya
ILUSTRASI. Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/6/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank CIMB Niaga mengalami penurunan laba bersih sebesar 28,50% secara year on year (yoy) di kuartal III 2014. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor meliputi, tingginya beban bunga, turunnya perolehan fee base income dan naiknya beban provisi.

Menurut Wan Razly Abdullah, Direktur Strategi dan Keuangan Bank CIMB Niaga, turunnya perolehan laba bersih disebabkan pertama karena kenaikan beban bunga yang lebih besar dari kenaikan pendapatan bunga. "Pendapatan bunga tumbuh 17,20% secara yoy di kuartal III lalu. Sementara beban bunga justru tumbuh 35,50% yoy," kata Wan Razly dalam publik ekspose Bank CIMB Niaga di Jakarta, Rabu (3/12).

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan melakukan cap terhadap beban komisi dan beban provisi dari tarif premsi asuransi. "Ini mempengaruhi perolehan fee base income yang diperoleh Bank CIMB Niaga justru turun 21,50% secara yoy," ujar Wan Razly.

Terakhir, beban provisi Bank CIMB Niaga juga terkerek naik akibat tingkat rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang meningkat. Tingkat NPL Gross meningkat dari 2,33% per September 2013 menjadi 3,35% per September 2014. "Ini membuat beban provisi kami naik dari 845 miliar per September 2013 menjadi Rp 1,50 triliun per September 2014," pungkas Wan Razly.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×