kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank INA Gelar RUPS 5 Juni 2026, Bahas Private Placement hingga Perubahan Pengurus


Kamis, 14 Mei 2026 / 17:06 WIB
Bank INA Gelar RUPS 5 Juni 2026, Bahas Private Placement hingga Perubahan Pengurus
ILUSTRASI. Bank INA (Dok/Bank INA)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 5 Juni 2026 mendatang.

Mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/5/2026), rapat akan digelar secara fisik di Gedung Ariobimo Sentral, Jakarta Selatan, serta secara elektronik melalui platform eASY.KSEI.

Dalam agenda RUPST, salah satu mata acara yang akan dibahas adalah persetujuan dan pengesahan laporan tahunan serta laporan keuangan tahun buku 2025. Perseroan juga akan meminta persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Dana Pensiun Catat Pertumbuhan Aset pada Kuartal I-2026

Selain itu, pemegang saham juga akan diminta menyetujui penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026, serta penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026.

Agenda lainnya ialah perubahan susunan pengurus perseroan. Namun, dalam pemanggilan rapat tersebut, manajemen belum mengungkapkan rincian perubahan Direksi maupun Dewan Komisaris yang akan diajukan.

Sementara itu, dalam RUPS Independen, perseroan akan meminta persetujuan atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement.

Manajemen menjelaskan, perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 juta saham baru atau setara maksimal 1,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

“Perseroan berencana untuk melakukan penerbitan sebanyak-banyaknya 80.000.000 saham biasa tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (14/5/2026).

Sehubungan dengan rencana tersebut, perseroan juga akan melakukan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor apabila aksi korporasi tersebut direalisasikan.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat adalah pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham per 12 Mei 2026.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Valas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×