kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.679   3,00   0,02%
  • IDX 6.144   -174,14   -2,76%
  • KOMPAS100 810   -22,01   -2,64%
  • LQ45 621   -9,85   -1,56%
  • ISSI 217   -8,30   -3,68%
  • IDX30 355   -4,99   -1,39%
  • IDXHIDIV20 444   -5,07   -1,13%
  • IDX80 94   -2,28   -2,38%
  • IDXV30 122   -1,92   -1,54%
  • IDXQ30 116   -1,18   -1,00%

Lakukan restrukturisasi, Bank Mandiri tambah pencadangan hingga Maret 2021


Kamis, 11 Juni 2020 / 17:27 WIB
Lakukan restrukturisasi, Bank Mandiri tambah pencadangan hingga Maret 2021
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap para debitur yang terdampak virus corona Covid-19. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri t


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Dari jumlah tersebut, Rp 51,6 triliun berasal dari wholesale banking yakni korporasi dan komersial, sisanya dari ritel dan lain-lain.

Siddik bilang, sebagian besar dari kredit berasal dari sektor bisnis hotel, restoran, dan akomodasi, lalu transportasi, konstruksi dan properti. Sektor ini sekitar 70%-80% dari total kredit yang direstrukturisasi.

Baca Juga: Transaksi remitansi Bank Mandiri menurun akibat tekanan pandemi

Sementara pipeline kredit Bank Mandiri yang akan direstrukturisasi mencapai Rp 123,1 triliun, dimana dari segmen wholesale mencapai Rp 72,9 triliun.

Per Maret 2020, coverage ratio NPL Bank Mandiri mencapai 257%, naik dari 144% pada Desember 2019. Kenaikan tersebut untuk mengantisipasi implementasi dari PSAK71 yang berlaku sejak awal 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×