kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Lakukan Spin Off, Sinar Mas Asuransi Syariah akan Fokus Garap Produk yang Sudah Ada


Senin, 26 Januari 2026 / 19:53 WIB
Lakukan Spin Off, Sinar Mas Asuransi Syariah akan Fokus Garap Produk yang Sudah Ada
ILUSTRASI. Sinar Mas Asuransi Syariah masih akan berfokus untuk menggarap produk yang sudah ada.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi mengumumkan sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged), setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 per 23 Desember 2025. Adapun sebelumnya SMAS merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Asuransi Sinar Mas.

Seiring dengan berdirinya perusahaan, Direktur Utama Sinar Mas Asuransi Syariah Daniel Armagatlie mengatakan pihaknya masih akan berfokus untuk menggarap produk yang sudah ada. Daniel menyebut selama ini tulang punggung atau kontributor utama pendapatan perusahaan berasal dari produk asuransi properti dan kendaraan.

"Backbone kami umumnya di properti dan kendaraan. Sebab, kebanyakan bisnis kami dari perbankan dan multifinance, sehingga kami kuat di motor vehicle, property, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jadi, kami kuatnya di situ," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham BTN yang Bidik Laba Tumbuh 22% di Tahun 2026

Selain berfokus pada produk yang sudah ada, Daniel mengatakan Sinar Mas Asuransi Syariah juga akan berfokus pada produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink, yakni Simas Super Cover, guna mendorong kinerja pada tahun ini. Adapun produk PAYDI tersebut diluncurkan pada tahun lalu.

"Kami akan jual yang mungkin beda dengan asuransi lain. Produk itu akan dikembangkan kami untuk menjadi salah satu produk unggulan," ungkapnya.

Menurut Daniel, melakukan inovasi pada produk itu menjadi suatu hal yang penting, terlebih di industri asuransi syariah. Dia menilai apabila perusahaan hanya mengandalkan produk yang sudah ada, tentu tak ada bedanya juga dengan perusahaan lain yang sudah bermain di lini asuransi yang sama.

"Kalau semua produknya umum seperti properti, pengangkutan, kendaraan itu sebetulnya semua asuransi main. Jadi, kami perlu produk khusus versi syariahnya. Dengan demikian, kami punya produk sendiri yang nanti bisa membedakan perusahaan dengan konvensional," tuturnya.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Asuransi Kredit Lewat Transformasi Digital dan Manajemen Risiko

Selain produk PAYDI, Daniel menerangkan pihaknya juga ingin berinovasi di asuransi pembiayaan sukuk dan bullion. Hal itu melihat bahwa pasar emas sendiri animonya lumayan besar di pasar syariah.

"Oleh karena itu, kami harus membuat produk-produk yang signifikan dan tidak banyak yang menggarap produk tersebut, sehingga secara kompetisinya juga tak begitu banyak," ucap Daniel.

Jika menilik laporan keuangan ketika PT Sinar Mas Asuransi Syariah masih menjadi UUS Asuransi Sinar Mas, tercatat kontribusi gabungan yang dibukukan sebesar Rp 168 miliar pada 2025. Sementara itu, ekuitas dana gabungan yang dicatatkan sebesar Rp 809,14 miliar, serta tingkat rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 931,87%. 

Selanjutnya: Meta, TikTok, dan YouTube akan Diadili atas Tuduhan Picu Kecanduan Remaja

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Pagi Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (27/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×