kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Lampu kuning, kredit macet pertambangan tembus 4%


Selasa, 23 Februari 2016 / 11:35 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit pertambangan dan penggalian mulai merangkak naik menuju level 5%. Kenaikan ini NPL ini karena harga komoditas terus anjlok.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat sektor pertambangan dan penggalian memiliki rasio NPL 4,12% dengan nilai Rp 5,58 triliun per Desember 2015, mendekati batas kesehatan kredit macet dari regulator yaitu 5%. 

NPL yang tinggi ini membuat bank menghambat penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Buktinya, kredit sektor ini turun 4,25% menjadi Rp 135,27 triliun per Desember 2015 dibandingkan posisi Rp 141,82 triliun per Desember 2014.

Berikut data kenaikan rasio NPL kredit sektor pertambangan dan penggalian selama lima tahun terakhir:

Desember 2011 : 0,32%
Desember 2012 : 1,23%
Desember 2013 : 1,51%
Desember 2014 : 4,52%
Desember 2015 : 4,12%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×