kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Lampu kuning, kredit macet pertambangan tembus 4%


Selasa, 23 Februari 2016 / 11:35 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit pertambangan dan penggalian mulai merangkak naik menuju level 5%. Kenaikan ini NPL ini karena harga komoditas terus anjlok.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat sektor pertambangan dan penggalian memiliki rasio NPL 4,12% dengan nilai Rp 5,58 triliun per Desember 2015, mendekati batas kesehatan kredit macet dari regulator yaitu 5%. 

NPL yang tinggi ini membuat bank menghambat penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Buktinya, kredit sektor ini turun 4,25% menjadi Rp 135,27 triliun per Desember 2015 dibandingkan posisi Rp 141,82 triliun per Desember 2014.

Berikut data kenaikan rasio NPL kredit sektor pertambangan dan penggalian selama lima tahun terakhir:

Desember 2011 : 0,32%
Desember 2012 : 1,23%
Desember 2013 : 1,51%
Desember 2014 : 4,52%
Desember 2015 : 4,12%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×