Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Launching ditunda lagi, LinkAja menunggu migrasi e-wallet rampung

Senin, 22 April 2019 / 12:24 WIB

Launching ditunda lagi, LinkAja menunggu migrasi e-wallet rampung
ILUSTRASI. Aplikasi LinkAja

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Sudah dua kali peluncuran LinkAja gagal dilaksanakan. Sebelumnya platform pembayaran digital pelat merah ini dijadwalkan meluncur resmi pada 13 April 2019, kemudian ditunda menjadi 21 April 2019 yang kembali urung dilaksanakan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menyatakan penundaan dilakukan lantaran pihaknya ingin untuk menyempurnakan sistem terlebih dahulu.


“LinkAja mau merampungkan migrasi, karena juga butuh intergasi untuk dompet elektronik, segala macam kan perlu, elektorniknya. Kita sempurnakan dulu,” katanya di Jakarta, Senin (22/4).

Sementara ketika dikonfirmasi CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finraya) Danu Wicaksana saat ni pihanya sebagai pengelola LinkAja menyatakan proses migrasi e-wallet milik anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tengah berlangsung. Sayangnya ia enggan memebrikan taregt migrasi rampung.

“Yang jelas e-money server based mereka sudah rampung migrasi ke sistem LinkAja,” kata Danu dihubungi KONTAN terpisah.

Beberapa uang elektronik berbasis server tersebut adalah Unikqu milik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), T-Bank dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan e-cash punya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Sedangkan e-wallet tersebut misalnya Yap milik BNI, My QR dari BRI, dan Mandiri Pay punya Mandiri.

Sebelumnya kepada KONTAN, Direktur Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyatakan bahwa kelak Finraya penambahan modal Rp 1,5 triliun.

"Targetnya penyertaan modal dari pemegang saham senilai Rp 1,5 triliun, Dari target Rp 1,5 triliun tersebut, maka masing-masing pemegang saham nanti akan menyetor modal sesuai kepemilikan sahamnya. Sementara finalisasi kepemilikannya nanti di Juni,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini kepad KONTAN pekan lalu.

Hingga saat ini kepemilikan Finraya sendiri masih sepenuhnya dipegang PT Telkomsel. Namun nanti kepemilikan akan dibagi dengan komposisi: Telkomsel 25%, BRI, Mandiri, dan BNI masing-masing 20%, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Pertamina masing-masing 7%, dan 1% dipegang PT Jiwasraya (persero) 1%.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0607 || diagnostic_web = 1.1935

Close [X]
×