kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.811   16,00   0,10%
  • IDX 7.920   -409,88   -4,92%
  • KOMPAS100 1.105   -59,94   -5,14%
  • LQ45 803   -30,57   -3,67%
  • ISSI 279   -18,71   -6,28%
  • IDX30 421   -9,05   -2,11%
  • IDXHIDIV20 504   -5,33   -1,04%
  • IDX80 123   -6,08   -4,71%
  • IDXV30 136   -3,34   -2,40%
  • IDXQ30 137   -1,56   -1,13%

Literasi Keuangan Jadi Kunci Atasi Gaya Hidup Impulsif Generasi Muda


Minggu, 14 Desember 2025 / 22:19 WIB
Literasi Keuangan Jadi Kunci Atasi Gaya Hidup Impulsif Generasi Muda
ILUSTRASI. ilustrasi perencanaan keuangan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Gaya hidup impulsif dan konsumtifmenjadi tantangan serius bagi generasi muda Indonesia. Tekanan sosial, fenomena fear of missing out (FOMO), serta kemudahan akses layanan keuangan digita mendorong sebagian generasi muda  mengambil keputusan finansial tanpa perhitungan matang. Termasuk berutang untuk memenuhi keinginan jangka pendek.

Maka, penting bagi generasi muda memperdalam literasi keuangan. Seperti kongsi Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) dan Kredit Pintar menggelar literasi bertajuk KOMA (Kemiskinan, Obrolan, Mimpi, Aksi). 

Dari sisi industri jasa keuangan digital, literasi dmenjadi kunci pencegahan kerentanan ekonomi jangka panjang. Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi menilai, edukasi keuangan perlu diarahkan pada pembentukan kebiasaan, bukan sekadar pemahaman konsep.

Baca Juga: Tantangan Restrukturisasi Pinjaman Fintech P2P di Tengah Bencana

Literasi finansial bukan hanya soal mengetahui produk keuangan, tetapi memahami risiko, mengelola pengeluaran, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan berperan dalam mencegah munculnya kemiskinan struktural di masa depan. Terutama di kalangan usia produktif yang kini semakin dekat dengan layanan keuangan digital.

Pembekalan literasi keuangan penting untuk membentuk generasi yang lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Kesadaran mengelola uang secara terukur dinilai menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas finansial. Terutama di tengah arus konsumsi digital yang semakin masif.

Selanjutnya: OJK Terbitkan POJK 27/2025 untuk Perkuat Tata Kelola Investasi Asuransi Syariah

Menarik Dibaca: Ini Rekomendasi Destinasi Libur Akhir Tahun ala Gojek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×