kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.064   56,00   0,31%
  • IDX 6.259   24,64   0,40%
  • KOMPAS100 821   2,85   0,35%
  • LQ45 626   1,92   0,31%
  • ISSI 216   0,65   0,30%
  • IDX30 351   1,46   0,42%
  • IDXHIDIV20 431   0,78   0,18%
  • IDX80 94   0,24   0,25%
  • IDXV30 119   0,19   0,16%
  • IDXQ30 112   0,20   0,18%

LPS Bantah Ada Fenomena Makan Tabungan: Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Masih Tumbuh


Selasa, 04 Agustus 2026 / 12:54 WIB
LPS Bantah Ada Fenomena Makan Tabungan: Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Masih Tumbuh
ILUSTRASI. LPS membantah adanya fenomena masyarakat "makan tabungan" atau menggerus simpanan, setidaknya berdasarkan data simpanan yang dipantau hingga Juni 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah adanya fenomena masyarakat "makan tabungan" atau menggerus simpanan, setidaknya berdasarkan data simpanan yang dipantau hingga Juni 2026.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, data yang dimiliki LPS menunjukkan seluruh kelompok simpanan masih mencatat pertumbuhan secara tahunan (year on year/YoY), termasuk rekening dengan saldo di bawah Rp 100 juta.

"Kalau secara agregat sudah kami sampaikan, simpanan di bawah Rp 100 juta itu tumbuh 5,16% secara tahunan," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan juga terjadi pada kelompok simpanan dengan nominal yang lebih kecil. Saldo simpanan di bawah Rp 5 juta tercatat tumbuh 7,36% secara tahunan.

Baca Juga: LPS Cabut Izin Usaha 10 BPR/BPRS Hingga Juli 2026

"Yang di bawah Rp 5 juta juga tumbuh 7,36%. Jadi kita bicara data tahunan, dan semua segmen meningkat," katanya.

Anggito menjelaskan, LPS memantau perkembangan simpanan menggunakan basis data seluruh rekening yang dijamin, yakni sekitar 696 juta rekening perbankan. Karena itu, data yang dimiliki LPS dinilai mampu menggambarkan kondisi simpanan masyarakat secara agregat.

"Kami memantau bersama OJK dan Bank Indonesia sekitar 696 juta rekening. Jadi kami melihat satu per satu rekening, meskipun data individual tentu bukan untuk dipublikasikan," ujarnya.

Ia mengakui pada level individu memang terdapat nasabah yang menarik tabungannya maupun yang menambah simpanan. Namun secara agregat, seluruh kelompok nominal simpanan masih menunjukkan pertumbuhan positif.

"Tentu secara individual ada yang menggunakan tabungan, ada yang menambah tabungan. Tetapi secara agregat seluruh lapisan simpanan masih tumbuh," katanya.

Bahkan, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada kelompok simpanan di atas Rp 5 miliar yang meningkat 15,44% secara tahunan. Kelompok ini masih menjadi kontributor utama pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

Anggito juga menanggapi hasil survei Mandiri Spending Index yang menunjukkan adanya kontraksi pada indeks tabungan masyarakat. Menurutnya, indikator tersebut menggunakan metodologi yang berbeda dengan data LPS.

"Mandiri Spending Index menggunakan basis indeks dengan tahun dasar tertentu. Berbeda dengan data kami yang melihat perkembangan simpanan secara agregat. Jadi seharusnya tidak dibandingkan secara langsung," ujarnya.

Baca Juga: OJK Pastikan Penarikan Dana di Bank Himbara Berjalan Terencana, Tak Ganggu Likuiditas

Ia menambahkan, LPS tidak melakukan kajian mengenai dampak konsumsi terhadap penurunan tabungan masyarakat. Tugas LPS adalah memantau perkembangan simpanan, baik secara agregat maupun individual, untuk kepentingan pengawasan dan penjaminan simpanan.

"Kami tidak melakukan kajian mengenai dampak konsumsi. Yang kami pantau adalah perkembangan tabungan secara agregat," katanya.

LPS mencatat hingga Juni 2026, seluruh kelompok nominal simpanan masih mengalami pertumbuhan. Selain simpanan di bawah Rp 100 juta yang tumbuh 5,16%, simpanan di bawah Rp 5 juta naik 7,36%, sementara simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat paling tinggi sebesar 15,44% secara tahunan.

Menurut LPS, data tersebut menunjukkan penghimpunan dana masyarakat di industri perbankan masih bertumbuh dan belum mencerminkan adanya fenomena masyarakat menguras tabungannya secara luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×