Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski total simpanan masyarakat segmen kecil masih berhasil tumbuh, nyatanya rata-rata nominalnya berkurang. Ini menjadi indikasi fenomena makan tabungan yang masih masif di tengah masyarakat.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, hingga Juni 2026 nominal simpanan di bawah Rp 100 juta masih berhasil tumbuh 2,1% dalam sebulan menjadi Rp 1.166,76 triliun. Dalam setahun, jumlah ini mencerminkan pertumbuhan 5,2%.
Namun, riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal simpanan di segmen ini terus menurun.
Baca Juga: PaninBank (PNBN) Kantongi Laba Rp 1,44 Triliun, NIM Meningkat ke 4,55%
Sejak 2018, nominal rata-rata simpanan di bawah Rp 100 juta senilai Rp 3,1 juta per rekening, kemudian menurun menjadi Rp 1,8 juta per rekening pada 2024. Hingga Mei 2026, nilainya kian turun menjadi Rp 1,7 juta per rekening.
Dari situ, Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menyebut, terlihat bahwa meski total nominal simpanan dalam segmen ini masih tumbuh, nyatanya nilai simpanan secara individu di masyarakat terus berkurang.
“Artinya lebih banyak tabungan yang dipakai dibandingkan yang mereka akumulasikan,” kata Winang dalam forum di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Dari situlah, lanjutnya, fenomena makan tabungan alias mantab dapat terlihat.
Memang jika dilihat dari data LPS, pertumbuhan nominal simpanan di segmen nasabah ini tak sebanding dengan pertumbuhan rekeningnya.
Sementara dalam setahun nominal simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 5,2%, jumlah rekeningnya dalam periode yang sama tumbuh lebih cepat yakni 9,5% menjadi 689,48 juta.
Artinya, pertumbuhan nominal simpanan lebih disokong oleh pertumbuhan rekening alih-alih peningkatan nilai simpanan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














