kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

LPS tunggu harga Bank Mutiara dari China dan Ausie


Selasa, 27 Agustus 2013 / 10:21 WIB
LPS tunggu harga Bank Mutiara dari China dan Ausie
ILUSTRASI. Buruh melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (06/09). Semen Indonesia (SMGR) Akan Bagi Dividen, Ini Jadwalnya


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih memproses dua investor yang telah memenuhi persyaratan membeli PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Kali ini, LPS tengah menunggu peminat asal Australia dan China tersebut memasukkan penawaran harga awal atau preliminary bid.

“Itu yang lagi ditunggu, mereka memasukkan penawaran atau tidak,” sebut Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin, (26/8) malam.

Tenggat waktu yang LPS beri untuk memasukkan penawaran harga tersebut pun akan berakhir tak lama lagi. Mirza bilang, dalam waktu dekat ini pun LPS akan mengeluarkan pengumuman. Isinya yakni terkait 2 peminat tersebut melakukan penawaran awal atau tidak.

Apabila tahap penawaran harga awal itu selesai, barulah LPS akan melaksanakan due diligence. Meski begitu, Mirza menekankan pada proses penawaran akhir, harga minimal tetap harus sesuai dengan biaya penyelamatan Bank Century, Rp 6,7 triliun.

Mirza menyadari, 2 investor ini tentunya akan melihat kinerja Mutiara dan melakukan valuasi. Sayangnya pada semester pertama 2013, laba Mutiara merosot 32,75% dari Rp 87,35 miliar menjadi Rp 58,74 miliar.

Kreditnya hanya naik tipis 2,3% dari Rp 11,14 di akhir 2012 menjadi Rp 11,4 triliun di semester pertama ini. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net tercatat turun dari 3,43% menjadi 2,41%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×