kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mandiri belum berniat pangkas bunga KPR


Rabu, 26 Januari 2011 / 18:06 WIB


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Berbeda dengan bank asing, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tidak ada rencana menggunakan suku bunga Jakarta Interbank Offering Bank (JIBOR) dalam bunga kredit kepemilikan rumah (KPR).

Pahala N. Mansury, Direktur Keuangan dan Riset mengatakan, bentuk transparansi bunga KPR yang dilakukan di bank Mandiri dengan menyampaikan secara langsung kepada debitur. Mandiri akan menjelaskan berapa besar tingkat bunga awal dan berapa yang harus dibayar setelah bunga fix. "Saat ini bunga KPR bank Mandiri 9%, dengan masa fix 3 tahun pertama," ujar Pahala N. Mansury, setelah acara konferensi pers right issue Mandiri, di Plaza Mandiri, Rabu (26/1).

Pahala menambahkan sejauh ini belum ada indikasi perubahan tingkat bunga pasar, karena suku bunga KPR yang diterapkan bank plat merah ini masih kompetitif.

Sebelumnya, PT ANZ Panin Bank (ANZ) menggunakan suku bunga JIBOR plus 5% untuk KPR, akan tetapi suku bunga pertama relatif masih lebih kecil 8,88%. Jacking Widjaja, Head of Transaction Banking and Secure Lending ANZ mengatakan dengan menggunakan acuan suku bunga JIBOR maka bunga tersebut akan tergantung pada pasar di JIBOR, dan sebagai bentuk transparansi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×