Reporter: Belva Safina | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) mampu menjaga kualitas pembiayaan hingga Agustus 2026. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan yang tercatat sebesar 1,31%.
Rasio tersebut masih berada jauh di bawah rata-rata industri perusahaan pembiayaan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF industri multifinance mencapai 3,01% pada semester I-2026.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mandiri Utama Finance Reza Adriansyah mengatakan, terjaganya kualitas pembiayaan MUF tidak terlepas dari sejumlah strategi yang diterapkan perusahaan dalam mengelola risiko.
Dalam penerapannya, MUF melakukan penjagaan kualitas pembiayaan melalui prinsip kehati-hatian dalam akuisisi dan underwriting, monitoring portofolio yang disiplin serta penanganan collection yang tepat dan kuat.
Baca Juga: Bank Sembada Bidik Penyaluran Kredit Rp 190 Miliar hingga Akhir 2026
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (4/9/26).
Selain itu, Reza mengungkapkan bahwa MUF juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga rasio NPF tetap stabil. Strategi tersebut mencakup penerapan manajemen risiko yang prudent serta pengelolaan proses collection yang tepat.
Terkait prospek kualitas pembiayaan industri multifinance, Reza optimistis rasio kredit bermasalah dapat membaik hingga akhir 2026.
Sejalan dengan itu, MUF akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset. Perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan ekspansi pembiayaan agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














