kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Masih menguntungkan, BNI belum akan jual obligasi rekap


Rabu, 15 Agustus 2012 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. Fregat Admiral Essen dari Armada Laut Hitam Rusia.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menegaskan, mereka tidak akan melepas obligasi rekapitalilasi miliknya. "Obligasi rekap kami kan fixed rate (berbunga tetap), bagus, kok. Jadi, kami pegang sajalah," ungkap Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo saat ditemui selepas acara "Rejeki Mudik BNI 2012" di Lapangan Timur Senayan, Rabu (15/8).

Hingga akhir 2011 lalu, obligasi rekap yang dimiliki BNI masih mencapai Rp 16,57 triliun. Mayoritas obligasi itu, sekitar Rp 14,25 triliun, masuk kelompok surat berharga yang dipegang hingga jatuh tempo atau hold to maturity, dengan suku bunga fixed (tetap. Sisanya masuk kelompok surat berharga untuk dijual (available for sale) dengan suku bunga mengambang.

Walaupun tak berniat menjual obligasi rekapnya, BNI tetap menginginkan obligasi rekapnya itu bisa digunakan untuk membeli Bahana. "Inginnya sih (saham) Bahana kami tukar menggunakan itu. Judulnya, mengurangi utang negara itu," jelasnya.

Walaupun berniat membeli Bahana dengan obligasi rekap, Gatot menegaskan, BNI tidak akan menggunakan mekanisme yang sama jika membeli Bank Mutiara. "Ngak kalau untuk yang itu (beli Bank Mutiara)," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×