Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) kembali menjalin kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam program sekuritisasi aset pembiayaaan perumahan.
Sekuritisasi adalah prosedur penerbitan instrumen keuangan dengan menggabungkan atau menghubungkan sejumlah aset keuangan pada kelompok tertentu.
Kerja sama antara Bank BSN dengan SMF diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026).
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah penting bagi banknya sebagai inovasi pendanaan jangka panjang.
Alex pun menyebut sektor perumahan punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab itu, BSN memperkuat pendanaannya melalui sekuritisasi aset dalam kerja sama dengan SMF.
Baca Juga: BSN Cetak Aset Rp 73 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 83 Miliar Tahun 2025
"Sinergi ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah Bank BSN," tulis Alex dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Alex menyebut kerja sama Bank BSN dengan SMF sebenarnya sudah pernah bekerja sama sebelumnya, tepatnya saat BSN masih beroperasi sebagai BTN Syariah.
Selain dalam penjajakan sekuritisasi, Alex menyebut Bank BSN dan SMF juga bermitra lewat skema pembiayaan mudharabah muqayyad (MMA), kerja sama Tripartit bersama Tapera, serta kerrja sama Bipartit.
Adapun untuk kerja sama pembiayaan perumahan MMQ mencatatkan pertumbuhan yang solid. Hingga Mei 2026, total realisasi pembiayaan telah mencapai Rp 6,26 triliun atau sebanyak 29.402 unit hunian.
Baca Juga: Semakin Kuat Kuasai Pasar KPR Subsidi, BSN Berhasil Salurkan 16.523 Unit Rumah
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan pihaknya siap mendukung pembiayaan perumahan BSN secara penuh. Salah satu upayanya adalah kerja sama dalam penjajakan sekuritisasi.
"Kami melihat ada potensi jangka panjang yang sangat baik pada aset BSN dan kita berharap transaksi sekuritisasi ini mulai terwujud tahun ini," ucap Ananta dalam keterangan yang sama.
Ananta berharap kerja sama sekuritisasi ini dapat mendorong pertumbuhan struktur pasar modal Indonesia. Menurutnya, kehadiran instrumen baru ini bisa meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik di mata investor.
Baca Juga: BSN Akselerasi Pengembangan Ekosistem Perumahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













