kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan


Selasa, 28 April 2026 / 18:16 WIB
Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan
ILUSTRASI. Bank Mandiri Taspen (Dok/Bank Mantap)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Segmen kredit pensiunan masih menjadi ceruk bisnis yang menjanjikan bagi perbankan di tengah persaingan yang kian ketat.

Sejumlah bank pun terus menggenjot penyaluran kredit di segmen ini dengan tetap menjaga kualitas aset.

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) misalnya, mencatatkan kinerja positif pada bisnis pensiunan. Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan mengatakan, potensi segmen ini masih terbuka luas.

Hal ini tercermin dari posisi perseroan yang saat ini berada di peringkat kedua untuk pensiunan ASN dengan pangsa pasar sekitar 18% atau setara 591.000 nasabah.

Sementara untuk pensiunan TNI/Polri, Bank Mantap berada di posisi keempat dengan pangsa pasar sekitar 11% atau 57.000 nasabah.

“Artinya kami masih memiliki ruang untuk terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya kepada kontan.co.id.

Baca Juga: Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Bank Mandiri Taspen Siapkan Dana Rp 1,2 Triliun

Secara kinerja, jumlah nasabah pensiunan Bank Mantap tumbuh 18,6% secara tahunan (year on year/YoY) atau bertambah sekitar 101.000 orang. Dari sisi penyaluran, kredit pensiunan mencapai Rp 50,9 triliun per Maret 2026, tumbuh 9,1% YoY.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai strategi, mulai dari optimalisasi konversi nasabah non-kredit, pengembangan produk inovatif, hingga peningkatan produktivitas tenaga pemasaran.

Perseroan juga melakukan simplifikasi proses kredit serta memperkuat sistem manajemen prospek.

Selain itu, Bank Mantap mengandalkan program tiga pilar, yakni Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera, yang mencakup layanan kesehatan, aktivitas komunitas, hingga pelatihan kewirausahaan bagi pensiunan.

Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Mantap terjaga rendah di level 0,71% per Maret 2026, jauh di bawah ambang batas regulator.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Program Sosial

Perseroan menargetkan NPL tetap berada di kisaran 0,5%–0,8% sepanjang tahun ini. Ke depan, kredit pensiunan ditargetkan tumbuh sekitar 10% YoY menjadi Rp 55,4 triliun pada 2026.

Sementara itu, Bank BPD DIY juga melihat peluang besar di segmen ini. Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto menyebutkan, potensi kredit pensiunan masih terbuka lebar, mengingat masih terdapat sekitar 32.000 pensiunan yang belum mengakses pinjaman.

Hingga saat ini, outstanding loan (OSL) kredit pensiunan Bank BPD DIY mencapai Rp 1,307 triliun dengan pertumbuhan sekitar 2,1% YoY. Kredit tersebut tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk kepentingan usaha.

“Potensi kredit pensiunan masih cukup terbuka karena masih banyak yang belum menikmati pembiayaan,” ujarnya.

Dari sisi kualitas, rasio NPL gross Bank BPD DIY tercatat sebesar 1,2%, menunjukkan kondisi yang relatif terjaga. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit pensiunan mencapai 6,9% sepanjang 2026.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Angkat Panji Irawan sebagai Direktur Utama

Di sisi lain, KB Bank juga menilai segmen pensiunan sebagai pilar penting dalam mendorong pertumbuhan kredit ritel yang lebih stabil.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menyebutkan, segmen ini memiliki potensi besar karena didukung oleh sumber pembayaran yang relatif stabil.

“Segmen ini memiliki sumber pembayaran yang stabil dari dana pensiun, sehingga menjadi pendorong pertumbuhan kredit yang prudent dan berkelanjutan,” ujarnya.

KB Bank mencatat pertumbuhan kredit pensiunan yang solid, didorong oleh penguatan kerja sama dengan institusi pengelola dana pensiun, optimalisasi kanal distribusi, serta penyempurnaan proses underwriting berbasis risk-based approach.

Dari sisi kualitas, portofolio kredit pensiunan KB Bank juga tetap terjaga dengan rasio NPL yang rendah dan sesuai dengan risk appetite bank. Hal ini ditopang oleh penerapan prinsip kehati-hatian serta pemantauan portofolio yang ketat.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Terus Perkuat Layanan Pensiunan

Ke depan, KB Bank memproyeksikan kredit pensiunan akan tumbuh secara moderat dengan tetap mengedepankan kualitas aset.

Strategi yang dijalankan antara lain melalui bundling produk, peningkatan engagement nasabah, pemanfaatan data analytics, serta penguatan kemitraan strategis dan distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×