kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Masuk Jaringan CIPS, Bank Mandiri Perkuat Transaksi RMB Indonesia-China


Kamis, 11 Juni 2026 / 18:35 WIB
Masuk Jaringan CIPS, Bank Mandiri Perkuat Transaksi RMB Indonesia-China
ILUSTRASI. Nasabah menabung di Bank Mandiri, Jakarta, (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk resmi menjadi bank pertama di Indonesia yang terhubung langsung dengan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran internasional berbasis renminbi (RMB) yang berada di bawah naungan People's Bank of China (PBoC).

Peresmian keanggotaan Bank Mandiri sebagai Direct Participant CIPS dilakukan di Shanghai, China, Kamis (11/6/2026), dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng, Chairman CIPS Wang Hongbo, serta Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama.

Dengan status tersebut, Bank Mandiri menjadi satu-satunya bank Indonesia yang memiliki akses langsung ke jaringan pembayaran RMB internasional. Langkah ini dinilai akan memperkuat layanan transaksi lintas batas sekaligus mendukung peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan, keanggotaan langsung dalam CIPS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas layanan transaksi internasional perseroan.

Baca Juga: Bank Mandiri Jadi Bank Pertama yang Terhubung Langsung dengan Sistem Pembayaran China

"Sebagai Direct Participant CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China serta memperkuat konektivitas industri keuangan nasional dengan ekosistem pembayaran global," ujar Timothy dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Timothy bilang  akses langsung ke jaringan CIPS memungkinkan proses transaksi berbasis RMB dilakukan lebih cepat dan efisien dibandingkan mekanisme pembayaran konvensional yang selama ini melibatkan sejumlah bank perantara.

Integrasi tersebut juga dinilai dapat menyederhanakan proses transaksi, mengurangi kompleksitas antarbank, serta meningkatkan kepastian penyelesaian transaksi lintas negara bagi nasabah korporasi maupun pelaku usaha yang memiliki hubungan bisnis dengan China.

Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas layanan transaksi RMB melalui perpanjangan waktu operasional layanan pengiriman dana internasional berbasis mata uang China tersebut.

Baca Juga: Bank Indonesia Kerek BI Rate Jadi 5,50%, Bank Mandiri Fokus Jaga Intermediasi

Timothy menambahkan, keanggotaan dalam CIPS akan memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai mitra finansial bagi pelaku usaha yang aktif dalam perdagangan internasional.

Langkah ini juga mendukung implementasi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China yang terus didorong oleh Bank Indonesia dan People's Bank of China. 

Dengan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi, pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat serta memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar.

Seiring posisi China sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pembayaran lintas negara yang cepat, aman, dan efisien semakin penting untuk mendukung aktivitas perdagangan dan investasi kedua negara.

Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan mitra strategis global serta mengembangkan berbagai layanan transaksi berbasis RMB guna memperkuat perannya sebagai penyedia solusi keuangan internasional bagi nasabah.

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,5%, Bank Mandiri Jamin Bunga Kredit & Simpanan Tetap Terukur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×