kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Bank Neo Commerce Bukukan Laba Bersih Rp 294,85 Miliar pada Semester I-2026


Jumat, 31 Juli 2026 / 23:00 WIB
Bank Neo Commerce Bukukan Laba Bersih Rp 294,85 Miliar pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Bank Neo Commerce (Dok/Bank Neo Commerce)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih setelah pajak (profit after tax/PAT) sebesar Rp 294,85 miliar pada semester I-2026. Realisasi ini meningkat 6,81% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih semester I-2025 sebesar Rp 276,05 miliar.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menyebut, pencapaian tersebut memperpanjang tren profitabilitas BNC yang selama dua tahun terakhir secara konsisten membukukan laba, ditopang oleh fundamental bisnis yang semakin kuat.

Eri bilang kinerja semester I-2026 mencerminkan fokus bank dalam membangun fondasi bisnis yang lebih sehat melalui pertumbuhan yang berkualitas, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Baca Juga: Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 698 Miliar pada Semester I-2026, Naik 21,2%

"Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif. Kami percaya fondasi yang kuat merupakan prasyarat utama untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Eri dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Hingga Juni 2026, total aset BNC tercatat sebesar Rp 17,45 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 12,30 triliun. Dana tabungan meningkat 2,10% yoy menjadi Rp 3,39 triliun.

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencapai Rp 1,11 triliun. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) tumbuh 6,77% yoy menjadi Rp 59,66 miliar.

Efisiensi operasional juga membaik. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 82,31% dari 84,81% pada semester I-2025. Return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,23% dari 3,09%.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 2,99% dibandingkan 3,10% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 50,23% dari 41,27%, dengan modal inti tumbuh 14,52% yoy menjadi Rp 4,20 triliun.

Untuk penyaluran kredit, BNC mencatat total kredit sebesar Rp 7,13 triliun atau turun 11,79% yoy. Penurunan tersebut terutama berasal dari segmen komersial dan korporat sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio dan peningkatan kualitas aset.

Di sisi lain, kredit ke segmen konsumer dan UMKM justru meningkat 6,68% yoy menjadi Rp 5,80 triliun dari Rp 5,44 triliun pada semester I-2025.

Adapun dari sisi transaksi digital, jumlah transaksi QRIS melonjak 124% menjadi 267,4 juta transaksi pada semester I-2026. Pendapatan dari transaksi QRIS juga meningkat 246% menjadi Rp 25,8 miliar dibandingkan Rp 7,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Ke depan, Eri bilang BNC akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan kinerja, teknologi, dan kepercayaan, termasuk memperluas pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan layanan kepada nasabah.

Baca Juga: Perbankan Getol Dorong Pembiayaan Hijau, Ini Sektor yang Dibidik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×