kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Maybank optimistis penyaluran kredit membaik di tahun depan, ini pendorongnya


Rabu, 24 November 2021 / 14:09 WIB
Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria (tengah) bersama jajaran direksi saat paparan kinerja di Jakarta, Selasa (23/11/2021). 


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatatkan penyaluran kredit turun 9,7% yoy menjadi Rp 98,79 triliun pada kuartal III-2021. 

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menjelaskan, penurunan penyaluran kredit tersebut sebagai dampak pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19. Khususnya penurunan kredit pada segmen global banking sebesar 6,0% dan kredit Community Financial Services (CFS) sebesar 11,5%.

"Kredit CFS Non-ritel dan kredit CFS Ritel masing-masing turun sebesar 17,0% dan 5,5%," kata Taswin di Jakarta, Selasa (23/11). 

Sebaliknya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) CFS-Ritel tumbuh 5,9% menjadi Rp 14,82 triliun pada sembilan bulan 2021. Secara kuartalan, KPR juga bertumbuh 2,8% dari Rp14,42 triliun di kuartal sebelumnya. 

Baca Juga: Maybank bukukan laba sebelum pajak Rp 1,48 triliun di kuartal III 2021

Dengan realisasi itu, bank optimistis kredit akan membaik tahun depan, seiring dengan meredanya kasus Covid-19 dan menggeliatnya dunia usaha. Hal itu akan turut mendorong pertumbuhan kredit karena kebutuhan operasioanl dan modal kerja naik. 

Secara industri, Taswin mengatakan, regulator pernah memperkirakan kredit akan tumbuh 6% tahun depan. Ia berharap, kredit Maybank akan mengikuti industri, atau melampaui proyeksi otoritas sebesar 6%. 

Di tengah pandemi, Maybank tetap menerapkan manajemen risiko yang konservatif pada penyaluran kredit yang disetujui untuk menjaga kualitas aset. Alhasil, bank mampu menekan pinjaman bermasalah (NPL) di level 4,2%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×