kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,55   0,57   0.06%
  • EMAS925.000 -0,54%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Maybank bukukan laba sebelum pajak Rp 1,48 triliun di kuartal III 2021


Rabu, 24 November 2021 / 13:50 WIB
Maybank bukukan laba sebelum pajak Rp 1,48 triliun di kuartal III 2021
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), Taswin Zakaria (kedua kiri) dan Direktur Keuangan BNII, Thilagavathy Nadason (kedua kanan) saat paparan kinerja BNII di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia)  memperoleh laba sebelum pajak secara konsolidasi sebesar Rp 1,48 triliun di kuartal III 2021, naik 2,06% dari Rp1,45 triliun pada kuartal III 2020. 

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, kenaikan itu berkat penurunan biaya provisi, biaya dana dan overhead. Sementara itu, laba bersih secara konsolidasi harus turun 2,70% yoy menjadi Rp 1,08 triliun.

"Penurunan karena adanya penyesuaian perhitungan pajak tangguhan atau deferred tax," kata Taswin, di Jakarta, Selasa (23/11). 

Selain itu, pendapatan bunga bersih (NII) juga turun 4,7% menjadi Rp 5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021, karena pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit yang menurun. Ini sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah yang sedang berlangsung akibat pandemi. 

"Namun demikian, margin bunga bersih (NIM) naik 6 basis poin menjadi 4,8% pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana," terangnya. 

Baca Juga: Antisipasi kredit macet, bank rajin pupuk pencadangan

Fee-based income turun 14,8% pada September 2021, disebabkan menurunnya pendapatan fee transaksi market global. Namun fee bancassurance tumbuh 43,2% menjadi Rp 152 miliar pada September 2021. Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8% menjadi Rp 522 miliar per September 2021 dari Rp 498 miliar di kuartal sebelumnya.

Sejak 2020, Maybank Indonesia mengambil langkah konservatif dan secara proaktif mencadangkan provisi pada portofolio di seluruh segmen bisnis, di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Bank terus mendampingi debitur yang masih menghadapi tantangan dan menerapkan program restrukturisasi untuk menjaga kualitas aset Bank. 

Upaya proaktif Maybank dengan mencadangkan provisi dan dampak positif dari penerapan program restrukturisasi tersebut telah memberikan kontribusi kepada penurunan biaya provisi sebesar 26,4%. Maybank juga mempertahankan risk posture pada tingkat yang sehat dan memastikan kualitas aset bank tetap terjaga.

Bank ini mencatat rasio NPL menjadi 4,6% (gross) dan 2,9% (net) pada September 2021, disebabkan oleh penurunan kredit. Meskipun demikian, Bank juga mampu menekan NPL kredit sebesar 4,2%.

Dari sisi overhead, Maybank berhasil mengendalikan biaya overhead, yang tercatat turun 3,5% menjadi Rp4,26 triliun, didukung pengelolaan biaya yang berkelanjutan di seluruh organisasi, sehubungan masih dilaksanakannya inisiatif work from home selama pandemi. 

"Maybank senantiasa disiplin melakukan pengelolaan biaya operasional dan memastikan setiap biaya yang dikeluarkan dapat berkontribusi bagi peningkatan pendapatan bank," kata Taswin. 

Baca Juga: Permintaan kredit korporasi semakin naik, ini kata perbankan

Selanjutnya: Bank Bisnis (BBSI) tetapkan harga rights issue Rp 3.510, Kredivo akan eksekusi haknya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×