kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Medix: AI Berpeluang Tekan Inflasi Biaya Medis dan Perluas Akses Kesehatan


Rabu, 14 Januari 2026 / 22:41 WIB
Medix: AI Berpeluang Tekan Inflasi Biaya Medis dan Perluas Akses Kesehatan
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan managed care global, Medix Global, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) berpotensi menjadi solusi strategis untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia, di tengah tekanan inflasi biaya medis dan ketimpangan akses layanan di berbagai wilayah.

Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk Perspektif Medix terhadap Lanskap Kesehatan Indonesia dan Peran AI dalam Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan, yang digelar Medix di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Diskusi ini menghadirkan Founder & CEO Medix Global Sigal Atzmon serta Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg.

Medix mencatat, meskipun Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuk dalam jajaran negara G20, sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan struktural. 

Inflasi biaya medis pada 2025 diperkirakan mencapai 19,8%, jauh di atas rata-rata Asia yang berada di kisaran 13,2%. Kondisi ini mendorong penyesuaian premi asuransi kesehatan secara signifikan, bahkan hingga dua kali lipat pada sejumlah produk.

Baca Juga: Begini Proyeksi Kinerja Unitlink Berbasis Saham dan Pasar Uang untuk 2026

Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas Medix di Asia Tenggara. 

"Kami melihat tantangan biaya medis dan keterbatasan akses justru membuka ruang besar bagi inovasi. AI memungkinkan layanan kesehatan menjadi lebih personal, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sigal, sepanjang 2025 Medix memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui kemitraan baru dengan perusahaan asuransi dan reasuransi, serta meluncurkan aplikasi Medix berbahasa Indonesia. 

Aplikasi ini memanfaatkan AI dan analitik data untuk membantu konsumen mengelola perawatan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari navigasi layanan, pencegahan penyakit, hingga akses ke keahlian medis global.

Di sisi regulasi, Medix menilai langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan penerapan skema co-payment serta pembentukan dewan penasihat kesehatan di perusahaan asuransi menjadi fondasi penting untuk memperkuat tata kelola industri asuransi kesehatan.

“AI yang diterapkan secara bertanggung jawab dapat membantu mengendalikan inflasi biaya medis, meningkatkan akurasi diagnosis, dan memperkuat pengambilan keputusan klinis,” kata Sigal.

Medix juga menyoroti pemanfaatan clinical decision support berbasis large language model yang dikombinasikan dengan keahlian tenaga medis. Pendekatan ini dinilai mampu menekan potensi kesalahan diagnosis sekaligus meningkatkan kualitas rekomendasi pengobatan.

Baca Juga: GoPay Ramaikan IBL 2026 Lewat Fitur Digital

Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg menambahkan, transparansi dan kualitas layanan menjadi isu utama dalam ekosistem kesehatan Indonesia. 

"Solusi berbasis AI dan data dapat mentransformasi rantai nilai layanan kesehatan, dari pencegahan hingga pemilihan perawatan yang tepat. Banyak kasus sebenarnya dapat ditangani di dalam negeri dengan biaya lebih efisien, namun masih terkendala kepercayaan dan akses,” ujarnya.

Ia menilai inflasi biaya medis sebesar 13%–20% per tahun berisiko menekan penetrasi asuransi kesehatan jika tidak diimbangi dengan inovasi layanan. Karena itu, kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan penyedia layanan kesehatan menjadi krusial.

Sejak beroperasi di Indonesia, Medix mengklaim berhasil membantu 20,3% anggotanya menghindari biaya medis yang tidak perlu, serta memberikan rencana perawatan yang lebih akurat dan personal pada 51% kasus. 

Pada layanan kanker, Medix mencatat dampak positif pada 37% kasus, sementara dalam manajemen penyakit kronis, 92% pasien menunjukkan perbaikan indikator kesehatan dalam enam bulan.

Dengan dukungan AI dan pendekatan berbasis data, Medix optimistis Indonesia dapat membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

"Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Tantangannya kini adalah memastikan pertumbuhan tersebut diimbangi dengan sistem kesehatan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tutup Jonathan.

Baca Juga: OJK Ungkap Tujuan Pembagian Risiko dalam POJK Asuransi Kesehatan, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×