kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.965   -48,00   -0,27%
  • IDX 5.848   103,40   1,80%
  • KOMPAS100 760   15,79   2,12%
  • LQ45 577   11,46   2,03%
  • ISSI 203   3,31   1,66%
  • IDX30 327   6,08   1,90%
  • IDXHIDIV20 402   7,51   1,90%
  • IDX80 86   1,74   2,05%
  • IDXV30 109   1,93   1,79%
  • IDXQ30 105   1,96   1,90%

Menteri Sri Mulyani ingin tata kelola dan SDM bank bisa lebih beradaptasi


Kamis, 15 November 2018 / 13:24 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di era dengan perkembangan teknologi berkembang cukup pesat, pemerintah ingin agar industri di Indonesia bisa lebih beradaptasi. Baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun dari sisi tata kelola.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan bilang, di era disrupsi digital ini, perbankan bisa beradaptasi, salah satunya dengan membangun infrastruktur. “Termasuk infrastruktur di era digital dan teknologi,” kata Sri Mulyani dalam pembukaaan di Indonesia Banking Expo 2018, Kamis (15/11).

Setelah infrastruktur, yang perlu diperhatikan industri perbankan ke depan adalah pengembangan SDM. Ini yang terpenting karena terkait dengan pengembangan teknologi.

Pengembangan SDM terkait teknologi ini penting karena saat ini menurut Sri Mulyani, sebagian besar pegawai di perusahaan terutama keuangan mulai banyak bermunculan generasi muda dan milenial.

Selain SDM, menurut Sri Mulyani, di era teknologi seperti saat ini, diperlukan juga peningkatan tata kelola atau good corporate governance (GCG). Saat ini menurut Sri mulyani, tata kelola perbankan Indonesia sudah dalam kondisi baik. Namun Sri Mulyani ingin agar kedepan tata kelola di perbankan ini bisa dalam tahap sangat baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×