kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Meski Harga Emas Tergelincir, Bisnis Bullion BSI Masih Ngacir


Minggu, 28 Juni 2026 / 12:36 WIB
Meski Harga Emas Tergelincir, Bisnis Bullion BSI Masih Ngacir
ILUSTRASI. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) justru mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis bullion, cicil emas, hingga gadai emas. (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koreksi harga emas belum menyurutkan minat masyarakat berinvestasi logam mulia. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) justru mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis bullion, cicil emas, hingga gadai emas.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena dianggap mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang sekaligus tahan terhadap inflasi.

"Tren bisnis emas selama awal 2026 di BSI tetap menarik minat masyarakat untuk berinvestasi emas yang diyakini sebagai instrumen syariah yang tahan terhadap inflasi," ujar Wisnu kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Budi Gadai Sebut Penurunan Harga Emas Dapat Pengaruhi Layanan Gadai Emas

Saat ini, BSI memiliki beragam layanan bisnis emas. Selain menjalankan bisnis bullion bank, BSI juga menyediakan layanan BSI Emas yang memungkinkan nasabah membeli emas fisik secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI.

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat menabung emas mulai dari Rp 50.000, melakukan transaksi secara real time, hingga mencetak emas fisik mulai dari 2 gram.

Wisnu mengungkapkan, kemudahan layanan digital tersebut mendorong peningkatan jumlah nasabah BSI Emas secara signifikan. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, jumlah pengguna BSI Emas telah bertambah lebih dari 1 juta rekening.

Selain bullion bank, BSI juga terus mencatat pertumbuhan pada bisnis cicil emas. Hingga April 2026, outstanding pembiayaan cicil emas mencapai Rp 16,93 triliun atau melonjak 97,90% secara tahunan (year on year/yoy).

Menurut Wisnu, peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi serta menjadikan emas sebagai instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.

"Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi serta melihat emas sebagai alternatif instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang," katanya.

Di sisi lain, bisnis gadai emas BSI juga masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga April 2026, outstanding gadai emas meningkat sekitar 100% secara tahunan menjadi Rp 13 triliun.

Baca Juga: OJK: Naiknya BI Rate Dapat Pengaruhi Strategi Investasi Dana Pensiun

Wisnu menyebut rata-rata transaksi gadai emas mencapai sekitar 120.000 transaksi setiap bulan. Tingginya aktivitas gadai emas tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya kebutuhan dana masyarakat menjelang tahun ajaran baru sekolah.

"Hal ini biasanya dikarenakan kondisi kebutuhan jelang tahun ajaran baru anak-anak sekolah," ujarnya.

Ke depan, BSI optimistis bisnis emas masih akan terus bertumbuh meski harga emas sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami memproyeksikan bisnis emas akan terus meningkat karena memang sifatnya untuk investasi jangka menengah dan panjang," tutup Wisnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×