Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja investasi industri dana pensiun (dapen) konvensional masih tertekan hingga Juni 2026.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, return on investment (ROI) industri dapen konvensional turun menjadi 0% pada Juni 2026, dari 3,46% pada periode yang sama tahun lalu.
Tekanan tersebut terutama dipicu koreksi pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN), volatilitas pasar keuangan, serta perubahan tingkat suku bunga.
Baca Juga: ADPI Beberkan Faktor Penyebab RoI Dana Pensiun Konvensional Naik Jadi 0,55%
Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi mengatakan, penurunan harga saham dan SBN menjadi salah satu faktor utama yang menekan ROI industri dapen, seiring keluarnya investor asing dari pasar domestik.
"Kalau harga saham dan obligasi meningkat, ROI industri dana pensiun konvensional bisa membaik pada sisa tahun ini," ujar Bambang, Rabu (12/8).
Ketua Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja menambahkan, tekanan investasi juga dipengaruhi risiko geopolitik global, ketidakpastian arah suku bunga, serta pelemahan rupiah.
Kondisi tersebut membuat pengelola dapen harus lebih berhati-hati dalam mengejar imbal hasil.
Meski demikian, peluang pemulihan kinerja investasi masih terbuka pada semester II-2026. Tondy menilai yield obligasi yang relatif menarik, pertumbuhan ekonomi yang masih positif, serta peluang rebalancing portofolio dapat menopang ROI dapen.
Menurut dia, dapen perlu menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko. Strategi yang dapat ditempuh antara lain diversifikasi, pengelolaan durasi aset, serta penambahan deposito berjangka untuk menjaga likuiditas sekaligus mengantisipasi perubahan suku bunga.
Baca Juga: RoI Dana Pensiun Turun Jadi 0,02% per Maret 2026, OJK Beberkan Penyebabnya
Tekanan serupa juga dirasakan Dana Pensiun BCA. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, ROI perseroan hanya mencapai 1,65% pada Juni 2026, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Budi mengatakan, koreksi harga saham pada akhir Juni berdampak langsung terhadap portofolio saham. Di sisi lain, tingginya suku bunga dan yield obligasi serta SBN memicu penyesuaian unrealized mark to market pada portofolio lama.
Ke depan, Dana Pensiun BCA melihat kenaikan yield sebagai peluang untuk melakukan akumulasi taktis pada SBN dan obligasi korporasi dengan kualitas investasi. Pengelolaan portofolio juga akan diperkuat melalui stress test untuk mengantisipasi gejolak pasar.
Baca Juga: ROI Dana Pensiun Melambat, OJK Beberkan Tantangan dan Peluang Investasi 2026
Dengan strategi tersebut, pengelola dapen diharapkan mampu memperbaiki kinerja investasi sekaligus menjaga ketahanan portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
