kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Meski Tren Digital Menguat, BCA Masih Tancap Gas Tambah Kantor Cabang


Minggu, 08 Februari 2026 / 12:26 WIB
Meski Tren Digital Menguat, BCA Masih Tancap Gas Tambah Kantor Cabang
ILUSTRASI. BCA masih andalkan cabang fisik untuk transaksi bernilai besar. Simak jenis layanan apa saja yang hanya bisa Anda dapatkan langsung di kantor BCA. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah tren digitalisasi perbankan yang mendorong banyak bank mengurangi kantor cabang, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) justru masih menambah jaringan fisiknya. Hingga 2025, jumlah kantor cabang BCA tercatat mencapai sekitar 1.270 unit, naik dari sekitar 1.242 cabang pada 2021.

SPV Operation Strategy & Development BCA Setiady mengatakan, peningkatan tersebut dilakukan karena perseroan masih memandang kantor cabang tetap relevan sebagai sarana layanan langsung kepada nasabah, terutama untuk transaksi kompleks dan kebutuhan konsultasi.

“Memang tren industri bergerak ke digital, tetapi kami melihat layanan fisik dan kontak manusia masih dibutuhkan. Bank itu bisnis kepercayaan, sehingga kehadiran cabang penting untuk membangun trust nasabah,” ujarnya saat talkshow di Mini Studio BCA Expoversary 2026, Sabtu (7/2/2026).

Meski demikian, ia mengakui mayoritas transaksi nasabah kini sudah beralih ke kanal digital. Sekitar 99% transaksi dilakukan melalui mobile banking, internet banking, dan kanal elektronik lainnya, sementara transaksi di cabang kurang dari 1% secara frekuensi.

Baca Juga: BCA Syariah Genjot Kredit Konsumer Jelang Ramadan, Pembiayaan Emas Masih Jadi Andalan

Namun dari sisi nominal, transaksi di kantor cabang masih signifikan, yakni lebih dari 30% total nilai transaksi. Hal ini karena sejumlah transaksi bernilai besar atau kompleks masih membutuhkan layanan tatap muka dan keterbatasan limit di kanal digital.

Setiady menambahkan, jenis transaksi yang masih dominan dilakukan di cabang antara lain transaksi tunai, kebutuhan warkat, konsultasi investasi, hingga pengajuan kredit seperti kredit modal kerja yang memerlukan diskusi mendalam dengan petugas bank.

Untuk mendukung integrasi layanan fisik dan digital, BCA juga terus melakukan inovasi di kantor cabang. Salah satunya melalui mesin customer service digital yang memungkinkan nasabah mengganti kartu ATM dalam waktu kurang dari lima menit. Selain itu, nasabah juga dapat menyiapkan transaksi melalui aplikasi seperti myBCA sebelum datang ke cabang.

“Digitalisasi bukan untuk menggantikan cabang, tetapi agar layanan lebih cepat. Dengan otomatisasi, frontliner punya lebih banyak waktu memberi konsultasi dan meningkatkan kualitas layanan,” jelasnya.

Dari sisi ekspansi, BCA masih fokus memperluas jaringan cabang di dalam negeri, terutama di wilayah Indonesia timur dan daerah sub-urban yang dinilai masih memiliki potensi besar. Kehadiran cabang di wilayah tersebut juga menjadi bukti kesiapan bank melayani nasabah secara langsung.

Baca Juga: Porsi Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas di Bawah 35 Tahun Capai 12%

Selain kantor cabang, jaringan ATM BCA juga terus bertambah dari sekitar 18.000 unit pada 2021 menjadi lebih dari 20.000 unit pada 2025.

Setiady menegaskan, digitalisasi tidak serta-merta mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Dengan jumlah nasabah yang telah mencapai sekitar 40 juta dan terus bertambah, kebutuhan layanan langsung tetap tinggi.

“Fokus kami bukan mengurangi karyawan, tetapi memastikan nasabah terlayani dengan baik. Semakin banyak nasabah, semakin besar kebutuhan layanan, termasuk di kantor cabang,” katanya.

Ke depan, BCA akan terus mengembangkan layanan cabang secara efisien dan produktif, termasuk memanfaatkan teknologi seperti artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan proses internal dan kualitas layanan kepada nasabah.

Selanjutnya: LPEI Cetak Laba Bersih Sebesar Rp 252 Miliar, Tumbuh 8% Pada 2025

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×