kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Miranda: Inflasi Akhir Tahun Kemungkinan di Kisaran 11%


Jumat, 12 Desember 2008 / 17:13 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Didi Rhoseno Ardi

JAKARTA. Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom mengatakan, inflasi akhir tahun ini diperkirakan berada pada kisaran 11 %. Tingkat inflasi akhir tahun ini juga diperkirakan akan lebih baik dibanding bulan lalu karena ada penguatan rupiah dan penurunan harga minyak.

"Perkiraannya mungkin sekitar di atas 11 persen sedikit. Pada akhir tahun lebih rendah lagi dibanding inflasi November," ucapnya sebelum mengikuti rapat di Kantor Presiden, Jumat (12/12).

Miranda juga memprediksi, tingkat inflasi tahun depan akan lebih baik lagi. Sebab, bahaya inflasi global juga sudah agak berkurang. "Kita harapkan semua yang dulu kita lihat sebagai tekanan menghilang, tapi menghilangnya bukan karena kegiatan ekonomi yang menurun tajam. Sehingga upaya untuk meningkatkan sektor riil perlu dilakukan," urainya.

Meski demikian, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan, Indonesia bakalan sulit mengendalikan laju inflasi tahunan. Sehingga, ADB mematok angka inflasi pada akhir tahun nanti masih tetap bertengger pada double digit. Angka tersebut mengikuti tingkat inflasi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Kamboja, Filipina, Vietnam, dan Laos.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×