Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MSIG Asuransi Indonesia (MSIG Indonesia) melihat peluang pertumbuhan asuransi kendaraan listrik (EV), makin terbuka lebar seiring meningkatnya adopsi EV di pasar domestik.
Vice President Director MSIG Indonesia, Bernandus P. Wanandi, mengungkapkan bahwa tren minat terhadap asuransi kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan.
Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo, distribusi mobil listrik secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 33.150 unit, tumbuh 95,9% secara tahunan.
Baca Juga: MSIG Life dan KB Bank Berkolaborasi Hadirkan Smart Critical Assurance
Lonjakan tersebut secara langsung mendorong kebutuhan perlindungan asuransi di segmen ini.
“Minat terhadap asuransi kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di pasar,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).
Walau tidak menyebutkan nilainya, ia menegaskan kinerja penjualan asuransi kendaraan listrik di perusahaan menunjukkan tren positif secara tahunan, meskipun kontribusinya terhadap total premi masih relatif kecil.
Menurutnya, pencapaian ini sejalan dengan populasi kendaraan listrik yang masih dalam tahap awal pertumbuhan.
Namun, ia menilai segmen ini memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan, terutama dengan makin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: Sebanyak 71% Portofolio KPR KB Bank Diisi Porsi Produk Take Over
Dari sisi produk, secara umum perlindungan asuransi kendaraan listrik tidak berbeda jauh dengan kendaraan konvensional. Beberapa manfaat yang didapat seperti perlindungan atas risiko kecelakaan hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga.
Meski begitu, terdapat beberapa penyesuaian khusus. “Beberapa komponen seperti kerusakan baterai umumnya dikecualikan, sesuai klausula standar, yang dikeluarkan Asosiasai Asuransi Umum Indonesia (AAUI)” jelasnya.
Adapun dari sisi klaim, hingga saat ini mayoritas klaim masih didominasi oleh kerusakan ringan pada bagian bodi kendaraan, seperti baret.
Pola ini dinilai masih mencerminkan tahap awal adopsi kendaraan listrik yang karakteristik risikonya belum jauh berbeda dari kendaraan konvensional.
Ke depan, MSIG menilai sejumlah faktor akan menjadi pertimbangan utama nasabah dalam memilih produk asuransi kendaraan listrik. Antara lain, kejelasan perlindungan baterai, ketersediaan layanan darurat, hingga akses ke bengkel yang memiliki kapabilitas menangani EV.
Baca Juga: Saham Big Banks Sepekan: Hanya BBRI yang Menguat, Aksi Net Sell Terus Terjadi
Dengan tren pertumbuhan yang konsisten serta meningkatnya kesadaran masyarakat, MSIG optimistis segmen asuransi kendaraan listrik akan kian berkontribusi terhadap kinerja premi perusahaan di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













