Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank semakin mendorong pertumbuhan kredit perumahan rakyat (KPR). Sampai kuartal I-2026, porsi terbesar dari KPR KB Bank adalah produk take over.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyebut, pertumbuhan KPR banknya di kuartal pertama tahun ini masih tertantang oleh kondisi ekonomi dan turunnya daya beli masyarakat.
Selain memperlambat penyaluran, dinamika ekonomi juga dinilai turut mempengaruhi kemampuan pembayaran debitur.
"Meski demikian, KB Bank tetap optimistis bahwa portofolio KPR dapat bertumbuh secara sehat dengan kualitas yang semakin baik ke depan," kata Kunardy saat dihubungi, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: KB Bank Perkuat Hubungan Investasi Indonesia–Korea Lewat Forum Bisnis
Kunardy kemudian menambahkan, portofolio KPR bank yang dipimpinnya saat ini didominasi oleh produk sekunder, salah satunya produk rumah take over.
Ia bilang, produk rumah take over bahkan menempati sekitar 71% dari porsi portofolio KPR KB Bank. Produk ini semakin diminati oleh nasabah karena menawarkan suku bunga yang lebih bersaing.
Selain tantangan dari kondisi makro ekonomi, Kunardy juga menyebut persaingan KPR antar perbankan semakin kompetitif. Ia mencermati ada banyak bank yang mulai menawarkan produk-produk KPR serupa di awal tahun ini.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, KB Bank menerapkan strategi penyaluran yang selektif dan berbasis risiko, dengan fokus pada segmentasi nasabah yang memiliki profil kredit yang kuat," kata Kunardy.
Selain itu, KB Bank juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya dengan pihak agen properti, developer, fintech, serta referral internal dan eksternal.
Baca Juga: MSIG Life dan KB Bank Berkolaborasi Hadirkan Smart Critical Assurance
Sebelumnya, pada awal tahun ini, KB Bank telah menargetkan kredit secara keseluruhan untuk tumbuh di kisaran 12-15%. Adapun segmen KPR ditargetkan untuk berkontribusi sekitar 6-8% dari pertumbuhan tersebut.
KB Bank juga menargetkan penurunan rasio gross NPL ke level 6%–7% pada akhir 2026, melalui penguatan upaya recovery dan collection pada portofolio KPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













