Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dari subsidi dan non-subsidi lebih moderat pada kuartal I-2026.
Untuk KPR non subsidi hanya tumbuh sekitar 5,4% secara tahunan atau year on year (YoY) mencapai Rp 112,56 triliun per kuartal I-2026 dari Rp 106,81 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Adapun KPR subsidi naik 7,7% yoy mencapai senilai Rp 193,55 triliun per kuartal I-2026 dari Rp 179,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: OJK Mau Hapus Informasi Kredit Kecil di SLIK, BTN: Faktor Kelayakan Debitur Banyak
Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu menyebut, perlambatan ini lebih dipengaruhi faktor musiman dan kondisi eksternal, bukan karena melemahnya permintaan.
Ia menjelaskan, musim hujan yang datang lebih awal pada akhir 2025 hingga awal 2026 menghambat penyelesaian fisik proyek perumahan. Padahal, dalam skema KPR, pencairan kredit baru dapat dilakukan setelah rumah selesai dibangun.
Selain itu, momentum Ramadan dan Lebaran juga memperlambat progres konstruksi karena banyak tenaga kerja yang kembali ke kampung halaman.
Akibatnya, terdapat puluhan ribu unit rumah yang sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan kredit, namun belum bisa direalisasikan karena pembangunan belum rampung.
“Ini bukan menghambat, tapi menunda realisasi kredit karena fisik rumah belum selesai,” katanya saat konferensi pers paparan kinerja perseroan, Rabu (15/4).
Dari sisi kualitas aset, BTN memastikan rasio NPL di sektor perumahan tetap terjaga. Secara umum, NPL perumahan berada di bawah 3%, bahkan untuk KPR subsidi di bawah 2%.
Menurut Nixon, risiko kredit di segmen ini relatif rendah karena mayoritas debitur merupakan pembeli rumah pertama yang cenderung menjaga kewajiban pembayaran.
“Aset NPL perumahan juga lebih mudah direcycle dibandingkan sektor lain karena masih ada pasar yang menyerap,” imbuhnya.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat Tumbuh 37,1% pada Tahun 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













