kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Naik kelas BUKU II, Bank Windu punya waktu 5 tahun


Jumat, 16 Mei 2014 / 20:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Windu Kentjana International Tbk masih mengulur waktu untuk naik kelas menuju kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II dengan modal inti antara Rp 1 triliun-Rp 5 triliun.

Direktur Utama Bank Windu, Luianto Sudarmana menyatakan, berdasarkan aturan Bank Indonesia, pihaknya memiliki waktu selama lima tahun untuk naik kelas menjadi bank kategori BUKU II. Karena itu, pihaknya masih meningkatkan kinerja untuk mewujudkan hal tersebut.

"Sebenarnya BI memberikan waktu kami selama lima tahun untuk naik menjadi BUKU II. Kami ingin secepatnya naik kelas tentunya dan akan ada langkah-langkah strategis yang kami lakukan," ucap Luianto di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/5).

Strategi ekspansi perseroan menuju kategori bank BUKU II itu akan dipilih dengan cermat untuk mendukung kinerja perseroan. Salah satunya dengan melakukan penawaran umum terbatas alias right issue untuk yang kedua kalinya pada semester II-2014 ini.

Dengan demikian, diharapkan modal inti bank dengan kode emiten MCOR ini akan menyentuk angka Rp 1 triliun. Sayang, Luianto enggan merinci lebih jauh mengenai rencana right issue tersebut.

Selama ini, Bank Windu mengandalkan laba ditahan untuk meningkatkan modal. Pada tahun buku 2013, perseroan menahan Rp 77,50 miliar dari keseluruhan laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai Rp 78,30 miliar sebagai laba ditahan untuk meningkatkan struktur permodalan.

Hal yang sama dilakukan perseroan pada tahun buku 2012, dimana seluruh laba yang tercatat sebesar Rp 94,08 miliar sebagai laba ditahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×