Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumlah nasabah bank digital di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring percepatan transformasi layanan perbankan berbasis aplikasi. Sejumlah bank digital pun mencatat pertumbuhan pengguna yang cukup pesat.
Meski demikian, rasio pengguna aktif bulanan atau monthly active users (MAU) masih di bawah 50% jika dibandingkan dengan total nasabah yang terdaftar.
Sebagai contoh, Allo Bank Indonesia Tbk telah mencatatkan total nasabah sekitar 14 juta pengguna. Namun, tingkat pengguna aktif bulanan masih berada di kisaran 30% dari total nasabah, atau sekitar 4,2 juta pengguna aktif.
Baca Juga: Tok! BNI Direstui Bagikan Dividen Rp 13 Triliun dan Buyback Saham Rp 905 Miliar
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan jumlah nasabah perseroan terus menunjukkan pertumbuhan seiring ekspansi layanan digital yang dilakukan perusahaan.
“Jumlah nasabah Allo Bank terus menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring dengan ekspansi layanan digital kami. Basis nasabah tidak hanya bertambah dari sisi akuisisi, tetapi juga dari peningkatan aktivitas transaksi di dalam aplikasi,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (9/3).
Menurut Destya, secara industri kondisi di mana jumlah rekening tumbuh lebih cepat dibanding tingkat aktivitas merupakan hal yang cukup umum pada fase awal ekspansi bank digital.
Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti nasabah yang membuka rekening untuk kebutuhan tertentu, adanya program promosi akuisisi, maupun nasabah yang menjadikan rekening digital sebagai rekening sekunder.
“Karena itu, fokus kami tidak hanya pada akuisisi nasabah, tetapi juga pada aktivasi dan retensi agar semakin banyak nasabah yang menjadikan Allo Bank sebagai rekening utama untuk transaksi sehari-hari,” katanya.
Dari sisi aktivitas transaksi, nasabah aktif Allo Bank rata-rata melakukan sekitar 8 hingga 10 transaksi per bulan. Transaksi tersebut mencakup transfer dana, pembayaran QRIS, pembelian produk digital, hingga transaksi di merchant dalam ekosistem bank.
Baca Juga: Pembiayaan Mobil Bekas Adira Finance Hampir Rp 1 Triliun, Pembiayaan Mobil Baru Turun
Untuk meningkatkan aktivitas pengguna, Allo Bank memperkuat ekosistem transaksi melalui integrasi dengan merchant dan berbagai platform digital. Selain itu, bank juga memanfaatkan analitik data untuk menghadirkan penawaran yang lebih personal, seperti promo transaksi, cashback, hingga penawaran produk kredit.
“Allo Bank juga terus meningkatkan user experience melalui penyederhanaan proses transaksi, peningkatan kecepatan aplikasi, serta pengembangan fitur baru,” jelas Destya.
Selain Allo Bank, Krom Bank Indonesia Tbk juga mencatat rasio nasabah aktif yang cukup tinggi di kisaran 40% hingga 45% dari total nasabah.
Direktur Utama Krom Bank Anton Hermawan mengatakan hingga akhir Februari 2026, pertumbuhan jumlah nasabah aktif meningkat signifikan secara tahunan.
“Pertumbuhan jumlah nasabah aktif meningkat signifikan secara tahunan, bahkan melampaui kecepatan pertumbuhan total pendaftar, dengan tingkat keaktifan mencapai sekitar 40% hingga 45% dari keseluruhan nasabah,” ujarnya.
Menurut Anton, tingkat keaktifan tersebut menunjukkan bahwa fitur dan manfaat transaksi yang ditawarkan semakin relevan bagi nasabah.
Dari sisi transaksi, aktivitas digital nasabah Krom Bank juga melonjak signifikan. Hingga akhir Desember 2025, jumlah transaksi digital mencapai sekitar 1,8 juta transaksi, naik 416% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 361.000 transaksi.
“Kami akan terus menstimulasi penggunaan layanan melalui berbagai promo menarik dan program loyalitas agar aktivitas transaksi nasabah terus meningkat,” kata Anton.
Baca Juga: Nasabah Naik Lebih 500.000, BCA Digital Fokus ke Kualitas Nasabah
Untuk mendorong kenaikan jumlah nasabah aktif, Krom Bank menghadirkan pengalaman pengguna yang sederhana serta memberikan nilai tambah sejak transaksi pertama.
Bank juga menjalankan program insentif dan referral serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra agar layanan digital banking Krom terintegrasi dengan transaksi harian nasabah.
Di sisi lain, BCA Digital memilih strategi berbeda dengan menitikberatkan pada kualitas nasabah dibandingkan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pengguna.
Head of Corporate Planning BCA Digital Yoga T Halim mengatakan jumlah nasabah BCA Digital mencapai sekitar 3,07 juta nasabah pada 2025, atau bertambah lebih dari 500.000 nasabah dalam setahun.
“Dalam setahun pertumbuhan nasabah lebih dari 500.000. Namun bagi kami yang paling penting bukan sekadar jumlah, tetapi kualitas nasabahnya,” ujarnya.
BCA Digital juga tidak agresif menjalankan program promosi berantai seperti skema nasabah mengajak nasabah lain dengan imbalan tertentu. Menurut Yoga, strategi tersebut berpotensi menghasilkan nasabah yang membuka rekening hanya karena insentif.
Sebaliknya, bank yang mengoperasikan aplikasi blu by BCA Digital ini lebih fokus menarik nasabah yang memang berniat menggunakan layanan secara aktif.
Pendekatan tersebut tercermin dari tingkat penggunaan aplikasi yang relatif tinggi. Yoga menyebut tingkat pengguna aktif di BCA Digital mencapai di atas 80% dari total nasabah.
Baca Juga: Bidik Generasi Muda, AXA Financial Indonesia Hadirkan Rider Kesehatan AXA Gen Health
“Tingkat penggunaan di kami cukup besar, mungkin di atas 80%. Itu yang mendorong banyaknya transaksi yang terjadi di aplikasi,” katanya.
Yoga menambahkan, peningkatan aktivitas nasabah memiliki korelasi kuat terhadap pertumbuhan bisnis bank digital. Nasabah yang aktif bertransaksi umumnya memiliki saldo yang lebih stabil sehingga dapat mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) serta membuka peluang penyaluran kredit yang lebih terukur.
“Fokus kami tetap pada kualitas nasabah dan tingkat penggunaan aplikasi, bukan hanya mengejar angka pertumbuhan pengguna,” tutupnya.
Adapun PT Super Bank Indonesia (Superbank) mencatat, sejak peluncuran aplikasi Superbank pada Juni 2024 hingga Januari 2026, basis nasabah telah menembus angka 6 juta pengguna.
Perluasan ini mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 123% YoY menjadi Rp12,5 triliun pada Januari 2026, yang sebagian besar dikontribusikan oleh keberhasilan integrasi produk tabungan berbasis ekosistem, termasuk OVO Nabung by Superbank, yang mempermudah akses layanan perbankan bagi jutaan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO.
Kemudian ada Bank Neo Commerce menjadi salah satu bank dengan layanan digital yang memiliki nasabah terbanyak yaitu sejumlah 30 juta nasabah hingga Kuartal III/2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













