kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Nilai Simpanan Industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tumbuh 7,70% per Agustus 2026


Kamis, 08 Oktober 2026 / 17:33 WIB
Nilai Simpanan Industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tumbuh 7,70% per Agustus 2026
ILUSTRASI. Nilai simpanan industri LKM tercatat mengalami pertumbuhan dan mencapai Rp 630 miliar per Agustus 2026. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai simpanan industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tercatat mengalami pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai simpanan LKM mencapai Rp 630 miliar per Agustus 2026.

"Nilainya tumbuh 7,70%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).

Agusman menyampaikan, kondisi itu menunjukkan penghimpunan simpanan LKM masih terjaga. Ke depannya, dia bilang LKM perlu terus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat untuk mendukung pertumbuhan penghimpunan simpanan secara berkelanjutan.

Baca Juga: IFG Life dan Bank Sulselbar Jalin Kerja Sama Bancassurance

Jika ditelaah berdasarkan data OJK, pertumbuhan nilai simpanan industri LKM per Agustus 2026 terbilang melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun nilai simpanan LKM mencapai Rp 0,63 triliun atau Rp 630 miliar per Juli 2026. Nilainya tumbuh 8,62% YoY, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sebelumnya, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) sempat menerangkan pertumbuhan nilai simpanan tak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang makin meningkat terhadap industri.

Selain itu, Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan faktor lainnya adalah tersedianya layanan ?tabungan hari raya dan tabungan pendidikan yang menjadi unggulan bagi LKM. 

"Hal itu menjadi salah satu yang mendorong peningkatan tersebut dan banyak diminati oleh masyarakat. Terdapat juga tabungan berjangka dengan pelayanan yang mudah dan cepat, sehingga masyarakat tertarik untuk menabung di LKM," katanya kepada Kontan.

Lebih lanjut, Burhan optimistis nilai simpanan LKM masih bisa membukukan pertumbuhan hingga akhir tahun ini. Meski demikian, dia tak memungkiri adanya tantangan yang bisa memengaruhi nilai simpanan industri, yakni terkait LKM yang belum menjadi anggota Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"LKM sangat membutuhkan LPS, agar masyarakat makin yakin untuk menyimpan dananya di LKM," ucap Burhan.

Baca Juga: Jamkrindo Syariah Gandeng Privy Percepat Digitalisasi Penjaminan

Terkait kinerja industri keseluruhan, OJK mencatat, nilai aset industri LKM per Agustus 2026 mencapai Rp 1,65 triliun. Nilainya tumbuh 3,14%, dibandingkan posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp 1,59 triliun.

Adapun penyaluran pinjaman LKM per Agustus 2026 mencapai Rp 1,05 triliun. Nilainya mengalami kontraksi 0,33%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×