kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.897   50,00   0,28%
  • IDX 6.196   0,39   0,01%
  • KOMPAS100 825   0,34   0,04%
  • LQ45 618   -1,06   -0,17%
  • ISSI 215   0,17   0,08%
  • IDX30 349   -0,50   -0,14%
  • IDXHIDIV20 429   0,76   0,18%
  • IDX80 93   -0,17   -0,18%
  • IDXV30 118   0,42   0,36%
  • IDXQ30 112   -0,23   -0,21%

NPL BRI membengkak, segmen korporasi jadi penyebab


Kamis, 23 Januari 2020 / 20:10 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (dua kiri) bersama dengan direksi saat paparan Laporan Keuangan Triwulan IV 2019 di Jakarta, Kamis (23/1). Menggandalkan digitalisasi bisnis mikro sepanjang tahun 2019 BRI mencetal laba sebesar


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Sementara Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan akibat bengkaknya kredit macet perseroan, rasio rentabilitas perseroan juga ikut merosot. Marjin bunga bersih perseroan misalnya tercatat jatuh dalam sebesar 47 bps (yoy), dari 7,45% pada akhir 2018 menjadi 6,98% tahun lalu.

Ini pula yang bikin laba bersih perseroan tumbuh tak mumpuni. Secara individual, BRI raih laba bersih Rp 34,02 triliun dengan pertumbuhan 7,3% (yoy).

Baca Juga: Heboh korban virus corona di Gedung BRI, ini kata Menkes

Sedangkan secara konsolidasian, pertumbuhannya bahkan lebih kecil sebesar 6,1% (yoy) menjadi Rp 34,41 triliun pada 2019

“Pertumbuhan laba sebesar 6,1% terutama akibat pertumbuhan kredit yang relatif rendah, kemudian NPL juga meningkat, serta beban pencadangan yang tinggi, ini yang membuat NIM tergerus. Tahun ini target NIM di kisaran 6,9%-7,0%,” katanya dalam kesempatan serupa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×