kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.020   50,00   0,29%
  • IDX 6.961   -65,97   -0,94%
  • KOMPAS100 961   -9,77   -1,01%
  • LQ45 708   -6,64   -0,93%
  • ISSI 248   -2,77   -1,10%
  • IDX30 389   0,19   0,05%
  • IDXHIDIV20 485   2,05   0,42%
  • IDX80 108   -1,20   -1,09%
  • IDXV30 133   -0,28   -0,21%
  • IDXQ30 127   0,32   0,25%

NPL Kartu Kredit BCA Masih 2,6%


Senin, 02 November 2009 / 19:30 WIB


Reporter: Andri Indradie | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) kartu kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masih aman.

General Manager BCA Card Center, Santoso mengatakan, meski NPL di Amerika Serikat meroket, BCA optimistis karena sudah mengantisipasinya dengan selektif memilih nasabah. "NPL kami masih 2,8%, sementara NPL industri kan 3,5%. Itu untuk yang 30 hari sesuai aturan BI," ujarnya. Per September 2009, sudah 2 juta orang menggunakan kartu kredit BCA.

Direktur Individual Banking BCA Henry Koenaifi berharap, dengan meluncurkan kartu kredit BCA World, jumlah nasabah kartu kredit BCA bisa naik 15% pada tahun 2010.

Henry mengatakan, BCA World bekerjasama dengan MasterCard yang memang difokuskan untuk segmen kelas atas. "Saya optimistis tahun depan nasabah bisa meningkat 15%," katanya.

Menurut Henry, kartu kredit masih mempunyai ranah bisnis yang menggoda. Pangsa pasar pemegang kartu kredit di Asia Tenggara misalnya. "Saat ini berkembang sangat cepat," kata Henry.

Bahkan pembiayaan rumah tangga kelas atas di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina diperkirakan bisa tumbuh hingga US$ 55 miliar pada 2015. Di Indonesia, pertumbuhan ditargetkan menyentuh angka US$ 11,2 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×