kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

NPL kredit komoditas naik hingga 6,75%


Selasa, 20 September 2016 / 13:39 WIB
NPL kredit komoditas naik hingga 6,75%


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga komoditas yang sedang jatuh membuat perbankan mengurangi pembiayaan kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit segmen ini turun 13% menjadi Rp 120,02 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 138,30 triliun per Juli 2015.

Akibat penurunan harga komoditas itu pula, nilai kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) naik 53,64% menjadi Rp 8,12 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 5,28 triliun per Juli 2015. Dalam perhitungan persentase, rasio NPL menjadi 6,75% per Juli 2016 dibandingkan posisi 3,81% per Juli 2015.

Sektor kredit yang juga mengalami penurunan adalah kredit transportasi, pergudangan dan komunikasi turun 0,57% menjadi Rp 173,96 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 174,33 triliun per Juli 2015.

Kemudian, kredit untuk jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan turun 8,33% menjadi Rp 55,84 triliun per Juli 2016 dibandingkan Rp 60,79 triliun per Juli 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×