kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

NPL kredit komoditas naik hingga 6,75%


Selasa, 20 September 2016 / 13:39 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga komoditas yang sedang jatuh membuat perbankan mengurangi pembiayaan kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit segmen ini turun 13% menjadi Rp 120,02 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 138,30 triliun per Juli 2015.

Akibat penurunan harga komoditas itu pula, nilai kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) naik 53,64% menjadi Rp 8,12 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 5,28 triliun per Juli 2015. Dalam perhitungan persentase, rasio NPL menjadi 6,75% per Juli 2016 dibandingkan posisi 3,81% per Juli 2015.

Sektor kredit yang juga mengalami penurunan adalah kredit transportasi, pergudangan dan komunikasi turun 0,57% menjadi Rp 173,96 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 174,33 triliun per Juli 2015.

Kemudian, kredit untuk jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan turun 8,33% menjadi Rp 55,84 triliun per Juli 2016 dibandingkan Rp 60,79 triliun per Juli 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×