kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

NPL kredit komoditas naik hingga 6,75%


Selasa, 20 September 2016 / 13:39 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga komoditas yang sedang jatuh membuat perbankan mengurangi pembiayaan kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit segmen ini turun 13% menjadi Rp 120,02 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 138,30 triliun per Juli 2015.

Akibat penurunan harga komoditas itu pula, nilai kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) naik 53,64% menjadi Rp 8,12 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 5,28 triliun per Juli 2015. Dalam perhitungan persentase, rasio NPL menjadi 6,75% per Juli 2016 dibandingkan posisi 3,81% per Juli 2015.

Sektor kredit yang juga mengalami penurunan adalah kredit transportasi, pergudangan dan komunikasi turun 0,57% menjadi Rp 173,96 triliun per Juli 2016 dibandingkan posisi Rp 174,33 triliun per Juli 2015.

Kemudian, kredit untuk jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan turun 8,33% menjadi Rp 55,84 triliun per Juli 2016 dibandingkan Rp 60,79 triliun per Juli 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×