kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

OCBC bidik Rp 5 triliun dari private banking


Selasa, 23 Mei 2017 / 08:52 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sesaat setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank OCBC NISP Tbk segera meluncurkan layanan private banking. Bisnis anyar ini menjadi senjata andalan untuk memumpuk likuiditas.

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja menyebut, OCBC NISP membidik nasabah yang memiliki harta minimal Rp 10 miliar atau setara US$ 1 juta. "Tahun ini kami harapkan sekitar 100 nasabah awal, tidak terlalu agresif," ujarnya (22/5).

Di tahun perdana beroperasi, bisnis perbankan bagi nasabah super-tajir ini ditargetkan bisa berkontribusi sekitar 5% terhadap total dana pihak ketiga (DPK). Tahun ini, OCBC NISP menargetkan DPK tumbuh 10%-15%.

Dengan asumsi perolehan DPK akhir 2016 sebesar Rp 101,02 triliun, tahun ini DPK dapat mencapai Rp 111,12 triliun hingga Rp 116,17 triliun.Dengan kata lain, bisnis private banking ditargetkan dapat menyumbang sekitar Rp 5,56 triliun hingga Rp 5,8 triliun dari target DPK 2017.

Agar bisa mencapai target itu, OCBC NISP tengah meracik produk dan layanan perbankan maupun non-perbankan terintegrasi. Tahap awal, OCBC NISP mengandalkan produk perbankan dan pasar modal yang sudah ada.Misalnya, tabungan multi currency dan deposito berjangka. Dari pasar modal, OCBC NISP punya instrumen pasar uang, valas, dan obligasi.

Nantinya, OCBC NISP akan memperluas jenis produk dan layanan private banking di kuartal IV. Parwati menambahkan, pihaknya akan bersinergi dengan Grup OCBC yang memiliki 610 cabang dan kantor perwakilan di 18 negara untuk memburu nasabah private banking.

Di kuartal I-2017, DPK tumbuh 22% menjadi Rp 109,7 triliun. Kontribusi dana mahal mencapai 70% dari DPK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×