kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.098   68,00   0,38%
  • IDX 5.868   -4,88   -0,08%
  • KOMPAS100 763   -0,69   -0,09%
  • LQ45 581   -1,45   -0,25%
  • ISSI 202   -0,38   -0,19%
  • IDX30 329   -1,30   -0,39%
  • IDXHIDIV20 407   -3,12   -0,76%
  • IDX80 87   0,00   0,00%
  • IDXV30 110   -0,58   -0,53%
  • IDXQ30 106   -0,75   -0,70%

OJK: 118 Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026


Kamis, 09 Juli 2026 / 09:15 WIB
OJK: 118 Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026
ILUSTRASI. 118 perusahaan asuransi telah penuhi ekuitas minimum OJK 2026, namun 26 lainnya masih belum. Ketahui dampak besar bagi stabilitas sektor. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan perasuransian memenuhi kewajiban ekuitas minimum tahap pertama pada 2026. Adapun ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 23 Tahun 2023.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan terdapat 118 dari 144 perusahaan asuransi dan reasuransi yang telah memenuhi ketentuan ekuitas minimum tahap pertama pada 2026.

"Berdasarkan laporan bulanan per Mei 2026, terdapat 118 perusahaan asuransi dan reasuransi dari 144 perusahaan telah memenuhi jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan pada 2026. Jumlahnya mencakup 81,38% terhadap total perusahaan," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Rasio Klaim Program Tabungan Hari Tua (THT) ASABRI Capai 115,65% pada 2025

Asal tahu saja, pada peningkatan ekuitas tahap pertama 2026, perusahaan asuransi wajib memenuhi aturan ekuitas minimum sebesar Rp 250 miliar, perusahaan asuransi syariah sebesar Rp 100 miliar, reasuransi sebesar Rp 500 miliar, dan reasuransi syariah sebesar Rp 200 miliar. Aturan ekuitas minimum tahap pertama tersebut harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2026.

Sementara itu, OJK menerangkan tujuan pengaturan peningkatan ekuitas minimum adalah untuk memperkuat permodalan dan stabilitas sektor perasuransian. OJK terus memantau sekaligus mengarahkan agar rencana pemenuhan ekuitas tercermin dalam rencana bisnis perusahaan perasuransian.

Adapun perusahaan perasuransian dapat mengambil sejumlah opsi untuk memenuhi kewajiban peningkatan ekuitas minimum, seperti merger atau akuisisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×