kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

OJK Catat Kinerja Premi Asuransi Marine Cargo Tertekan pada Awal Tahun Ini


Minggu, 22 Maret 2026 / 21:12 WIB
OJK Catat Kinerja Premi Asuransi Marine Cargo Tertekan pada Awal Tahun Ini
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja lini asuransi pengangkutan atau marine cargo mengalami tekanan pada awal tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan lini asuransi marine cargo di industri asuransi umum dan reasuransi membukukan premi sebesar Rp 1,33 triliun pada Januari 2026. 

"Nilainya turun sebesar Rp 0,18 triliun atau 11,91% secara Year on Year (YoY)," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (17/3/2026).

Ogi menerangkan premi asuransi marine cargo berkontribusi sebesar 7,23% terhadap total premi asuransi umum dan reasuransi pada Januari 2026. Adapun total pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi pada Januari 2026 sebesar Rp 18,42 triliun atau tumbuh 17,92% secara YoY. 

Baca Juga: AAUI: Konflik Timur Tengah Berpotensi Tekan Lini Asuransi Marine Cargo

Lebih lanjut, Ogi mengungkapkan meningkatnya ketegangan geopolitik berpotensi menekan perdagangan global, sehingga mempengaruhi pertumbuhan premi dan meningkatkan risiko pada asuransi marine cargo. Dia bilang kondisi tersebut perlu diantisipasi industri melalui sejumlah upaya. 

"Upayanya, yakni penguatan underwriting, penyesuaian tarif premi, dan pengelolaan risiko yang lebih prudent," tuturnya.

Sementara itu, Ogi juga menjelaskan konflik geopolitik seperti yang terjadi di wilayah Timur Tengah akibat perang Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel, berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi umum, antara lain melalui kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok, serta volatilitas harga energi. Tak cuma marine cargo, dia bilang kondisi itu juga bisa memengaruhi kinerja lini asuransi lainnya.

Baca Juga: Asuransi Marine Cargo Hadapi Persaingan Ketat, Begini Prospeknya pada 2026

"Adapun lini asuransi yang relatif lebih terdampak, antara lain marine cargo, properti, dan energi on shore, seiring meningkatnya eksposur risiko pada perdagangan dan transportasi global," ucapnya

Ogi menambahkan gejolak global juga berpotensi mendorong penyesuaian premi, terutama pada lini asuransi dengan eksposur internasional, antara lain akibat penyesuaian harga reasuransi dan peningkatan persepsi risiko. Namun, penyesuaian premi umumnya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan prinsip kehati-hatian underwriting. 

Baca Juga: OJK Dorong Industri Asuransi Lakukan Upaya Ini Agar Aset Tumbuh 5%-7% pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×