kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

OJK: Isu rush money tak pengaruhi perbankan


Minggu, 20 November 2016 / 12:00 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan perbankan tak perlu khawatir terkait informasi yang beredar tentang akan terjadinya penarikan dana tunai (rush money) pada 25 November 2016. Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Perbankan mengatakan, perbankan masih kuat menghadapi isu rush money ini.

“Tak perlu khawatir akan isu tersebut,” katanya, belum lama ini. Menurutnya, meskipun ekonomi sedang lambat dan politik tengah rumit, namun perbankan Indonesia masih memiliki likuiditas yang cukup dan terjaga dengan baik.

Terbukti dari dana pihak ketiga (DPK) sudah mulai naik 6,6% (yoy) per Oktober 2016. Dengan pertumbuhan tersebut maka oustanding DPK senilai Rp 4.658,42 triliun per Oktober 2016 dari perhitungan DPK senilai Rp 4.370,40 triliun per Oktober 2015.

Isu akan terjadinya penarikan uang (rush money) secara besar-besaran ramai di jejaring sosial dan aplikasi percakapan di smartphone. Isu tersebut rencananya akan terjadi 25 November nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×