kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.929   94,00   0,53%
  • IDX 6.296   -79,13   -1,24%
  • KOMPAS100 821   -11,86   -1,42%
  • LQ45 625   -8,30   -1,31%
  • ISSI 218   -2,87   -1,30%
  • IDX30 346   -4,57   -1,30%
  • IDXHIDIV20 430   -4,33   -1,00%
  • IDX80 94   -1,27   -1,34%
  • IDXV30 118   -1,23   -1,04%
  • IDXQ30 111   -1,41   -1,26%

OJK: Kredit Himbara ke BUMN dan BUMD Melonjak 57,79% pada Juli 2026


Kamis, 24 September 2026 / 13:40 WIB
OJK: Kredit Himbara ke BUMN dan BUMD Melonjak 57,79% pada Juli 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatat pertumbuhan signifikan hingga Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, kredit Himbara pada Juli 2026 tumbuh 16,95% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat signifikan dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 7,63%.

Menurut Dian, akselerasi kredit Himbara tersebar di sejumlah kelompok debitur. Salah satunya adalah kredit kepada BUMN dan badan usaha milik daerah (BUMD) yang tumbuh tinggi sebesar 57,79% yoy.

Namun, pertumbuhan lebih tinggi justru terjadi pada kredit kepada swasta lembaga keuangan (LK) yang mencapai 70,71% yoy. Sementara kredit kepada swasta non-lembaga keuangan tumbuh 23,87% yoy.

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit kepada beberapa golongan debitur dan tidak hanya terkonsentrasi pada BUMN," ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Kredit ke BUMN Masih Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Himbara

Secara nominal, kenaikan kredit terbesar Himbara justru berasal dari kelompok swasta non-LK.

Dian mencatat, kredit kepada swasta non-LK meningkat Rp346,6 triliun dibandingkan Juli 2025. Sementara peningkatan kredit kepada BUMN/BUMD sekitar Rp169,4 triliun.

Dengan demikian, meski kredit BUMN/BUMD tumbuh tinggi, sektor tersebut bukan satu-satunya penopang akselerasi kredit Himbara.

"Hal ini juga menunjukkan bahwa Himbara tetap menjalankan fungsi intermediasi kepada berbagai segmen debitur, baik BUMN maupun sektor swasta," jelas Dian.

Terkait besarnya eksposur kredit kepada BUMN dan ruang ekspansi pembiayaan ke sektor tersebut, OJK menegaskan pengawasan terhadap eksposur dan konsentrasi kredit perbankan terus dilakukan.

Baca Juga: Pencairan Kredit Himbara Tumbuh Tinggi pada Kuartal 1-2026 Ditopang Segmen Korporasi

OJK memastikan penyaluran kredit kepada BUMN maupun debitur lainnya tetap mengacu pada ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

"OJK senantiasa melakukan pengawasan terhadap eksposur dan konsentrasi penyaluran kredit bank serta memastikan agar penyaluran kredit tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang memadai," kata Dian.

Dengan demikian, OJK tidak menyebutkan besaran ruang ekspansi kredit Himbara ke BUMN dalam tanggapan tersebut, tetapi menekankan bahwa ekspansi tetap harus memperhatikan batas konsentrasi kredit dan kapasitas manajemen risiko masing-masing bank.

Baca Juga: Kredit Himbara Tumbuh 26%, Risiko Gagal Bayar dan Margin Jadi Sorotan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×