Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan kembali tumbuh positif jelang pengujung kuartal III-2026. Pun dari segi kualitasnya, kredit bermasalah terpantau masih dalam posisi yang terjaga dalam periode ini.
Hingga Agustus 2026, data OJK menunjukkan kredit industri perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp 9.178 triliun. Capaian ini menandakan kinerja yang melaju dari pertumbuhan 13,58% YoY pada Juli 2026.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi masih menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 25,11% YoY, meski sedikit melambat dari pertumbuhan 25,13% YoY pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: BCA Syariah Optimistis Ekspansi di Kuartal IV 2026, Simak Strateginya
Sementara kredit modal kerja tumbuh 11,45% YoY atau melaju dari pertumbuhan 11,04% YoY pada bulan sebelumnya. Namun, kredit konsumsi tumbuh 5,07% YoY atau melambat dari pertumbuhan 5,38% YoY pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kategori debiturnya, kredit korporasi masih menopang kinerja dengan pertumbuhan 22,18% YoY. Namun, kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah baru tumbuh 2,38% YoY dalam periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang, dari segi kepemilikannya, kredit bank BUMN masih mencatatkan kinerja paling apik.
“Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 16,41% YoY,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulanan, Senin (5/10/2026).
Dari sisi profil risiko, tercatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) industri terpantau naik tipis ke posisi 2,11% dari 2,1% pada sebelumnya, pun NPL net naik ke 0,84% dari 0,81%.
Sementara itu, rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) ada di 8,56%, meningkat dari 8,39% dari bulan sebelumnya.
Dian memastikan likuiditas bank juga terjaga, yang mana rasio alat likuid AL/NCD turun menjadi 102,3% dari posisi 102,45% dan AL/DPK menjadi 23% dari 23,1% pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Astra Sedaya Finance Siapkan Dana Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 304 Miliar November
Dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga Agustus 2026 tumbuh melambat 10,94% YoY dari pertumbuhan 11,21% YoY pada bulan sebelumnya. Sementara rasio kredit terhadap deposito (loan to deposit ratio/LDR) turun tipis menjadi 88,14% dari 88,38% pada bulan sebelumnya.
Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%-12% dan 7%-9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














