kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.073   70,00   0,41%
  • IDX 6.961   -65,48   -0,93%
  • KOMPAS100 961   -10,41   -1,07%
  • LQ45 704   -10,48   -1,47%
  • ISSI 250   -1,66   -0,66%
  • IDX30 387   -1,45   -0,37%
  • IDXHIDIV20 481   -1,41   -0,29%
  • IDX80 108   -1,34   -1,22%
  • IDXV30 133   -0,69   -0,52%
  • IDXQ30 126   -0,72   -0,57%

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37% per Februari 2026


Senin, 06 April 2026 / 09:47 WIB
OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37% per Februari 2026
ILUSTRASI. Kredit perbankan tumbuh 9,37% dan DPK 13,18% di Februari 2026.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan masih tumbuh positif hingga Februari 2026, dengan profil risiko yang tetap terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penyaluran kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 8.559 triliun.

“Kinerja intermediasi perbankan masih tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (6/4/2026).

Meski demikian, pertumbuhan kredit tersebut sedikit melambat dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 9,96% YoY.

Baca Juga: Bisnis Bullion Bank Makin Kinclong, BSI Kelola 22,5 Ton Emas Per Februari 2026

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,72% YoY. Sementara dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 14,74% YoY.

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 20,72%,” jelasnya.

Adapun jika ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh paling tinggi yakni 12,78% YoY.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan solid. Per Februari 2026, DPK tumbuh 13,18% YoY menjadi Rp 10.102 triliun.

“Dana pihak ketiga tumbuh sebesar 13,18% year-on-year menjadi Rp 10.102 triliun,” kata Dian.

Secara rinci, deposito mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,56% YoY, diikuti tabungan sebesar 13% YoY dan giro sebesar 8,12% YoY.

Dari sisi likuiditas, kondisi industri perbankan dinilai masih sangat memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 121,29%, sementara alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,4%.

“Kedua rasio tersebut masih jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%,” imbuhnya.

Selain itu, liquidity coverage ratio (LCR) berada di level tinggi, yakni 195,64%, yang mencerminkan ketahanan likuiditas perbankan.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Bank Digital per Februari 2026: Siapa Jawaranya?

Sementara itu, kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,17%, sedangkan NPL net sebesar 0,83%.

“Secara umum kualitas kredit tetap terjaga,” ujar Dian.

Adapun loan at risk (LAR) berada di level 9,24%, sedikit meningkat dibandingkan Januari 2026 sebesar 9,01%.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) tercatat sebesar 2,37%, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,49%.

Di sisi permodalan, industri perbankan tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,83%.

“Permodalan perbankan tetap kuat dan menjadi buffer mitigasi risiko yang memadai di tengah ketidakpastian global,” katanya.

Optimisme terhadap kinerja perbankan juga tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SPPO) OJK. Pada triwulan I 2026, indeks orientasi bisnis perbankan (IBP) berada di zona optimistis.

Baca Juga: Tugu Insurance (TUGU) Cetak Laba Bersih Rp 711 Miliar Tahun 2025

Dalam upaya memperkuat industri, OJK juga meluncurkan dua publikasi terkait risiko iklim di sektor perbankan, yakni Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA) dan Banking Sustainability Maturity Assessment Report (SMART).

Selain itu, sepanjang triwulan I 2026, OJK telah menerbitkan 12 izin penggabungan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) sebagai bagian dari konsolidasi industri.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur industri perbankan nasional serta menjaga stabilitas sistem keuangan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×