kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

OJK: Pelambatan KPR non-subsidi karena peningkatan kompetisi


Selasa, 11 September 2018 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) non-subsisi melambat. Setidaknya itulah yang dialami oleh dua bank besar yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomentar bahwa penyebab melambatnya KPR non-subsidi ini bisa saja karena persaingan yang mengalami kenaikan.

"Kalau khusus untuk BTN, bisa jadi karena beberapa indikator salah satunya karena keberadaan kompetitor," kata Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, Senin (10/9).

Sebagai gambaran saja, pertumbuhan kredit konstruksi KPR per Juli 2018 memang melambat. Hal ini berdasarakan data Bank Indonesia (BI).

Sampai Juli 2018, kredit konstruksi KPR tumbuh 18,7% dibanding periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy). Pada periode sama 2017 kredit konstrksi naik 23,4% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×