kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.018   55,00   0,31%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

OJK proyeksi kredit perbankan tahun ini maksimal cuma tumbuh 2%


Kamis, 30 April 2020 / 17:47 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di Bank BRI Agro Jakarta, Selasa (7/4). Kondisi ekonomi secara global maupun domestik memang tengah mengalami perlambatan akibat pandemi virus corona./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/40/2020.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi ekonomi secara global maupun domestik memang tengah mengalami perlambatan akibat pandemi virus corona (Covid-19). Walhasil, sektor riil yang menjadi andalan pertumbuhan ekonomi pun tengah terguncang.

Hal tersebut tentu mengakibatkan menurunnya permintaan kredit baru ke perbankan. Berkaca pada hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan kredit di tahun ini masih diproyeksi tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kuartal I 2020, Bank Danamon raup laba Rp 1,25 triliun

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan dalam situasi seperti ini diperkirakan permintaan kredit investasi baru dari debitur hampir tidak ada.

Artinya, perusahaan hanya akan merealisasikan fasilitas kreditnya yang sudah ada. Cara ini memang wajar dilakukan, lantaran perusahaan besar terutama di korporasi pun tengah berupaya untuk memitigasi risiko terhadap perlambatan kinerja khususnya dari sisi pendapatan.

Wimboh pun beranggapan, dengan kondisi tersebut pertumbuhan kredit di tahun 2020 kemungkinan hanya sekitar 1%-2% saja.

Baca Juga: BI catat jumlah transaksi e-commerce selama wabah corona tumbuh signifikan

"Secara luas, (kredit) bisa tumbuh di tahun 2020," ujarnya dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Kamis (30/4).




TERBARU

[X]
×