kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

OJK Yakin Perbankan RI Tetap Solid di Tengah Gejolak Pasar Usai Usulan MSCI


Selasa, 20 Oktober 2026 / 17:46 WIB
OJK Yakin Perbankan RI Tetap Solid di Tengah Gejolak Pasar Usai Usulan MSCI
ILUSTRASI. OJK meyakini perbankan Indonesia tetap solid di tengah gejolak pasar keuangan dan mengkaji dampak usulan MSCI terhadap stabilitas sistem keuangan. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketahanan industri perbankan nasional menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar modal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini kondisi perbankan Indonesia masih kuat meski pasar keuangan menghadapi sentimen negatif dari usulan MSCI terkait perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kondisi industri perbankan nasional masih solid jika ditinjau dari sejumlah indikator keuangan, termasuk rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR), rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR), serta likuiditas.

"Saya masih percaya 100% bahwa situasinya berbeda sekali dengan situasi pada saat-saat dulu. Perbankan kita masih sangat solid dalam semua rasio keuangan, dilihat dari CAR, LDR, likuiditas, dan sebagainya," ujar Dian di Hotel Grand Mercure, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Saham Big Bank Menghijau pada Perdagangan Selasa (20/10)

Meski optimistis terhadap kondisi perbankan, OJK masih melakukan analisis untuk mengukur potensi dampak usulan MSCI tersebut terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Usulan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi salah satu perhatian otoritas di tengah dinamika pasar keuangan. Perubahan klasifikasi tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Kami sedang melakukan analisis mengenai masalah ini. Nanti rekan-rekan KSSK yang akan mendiskusikan lebih lanjut kalau seandainya ada dampak yang serius atau tidak," katanya.

Lebih lanjut, Dian menegaskan bahwa industri perbankan memiliki peran dominan dalam pembiayaan perekonomian nasional. Oleh karena itu, kondisi perbankan yang sehat dan kuat menjadi salah satu penopang penting bagi stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×