kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pasar jelek, Jamsostek berharap yield tetap tinggi


Kamis, 15 Desember 2011 / 18:09 WIB
Pasar jelek, Jamsostek berharap yield tetap tinggi
ILUSTRASI. Pemerintah buka opsi vaksin corona mandiri, ini syaratnya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.


Reporter: Adisti Dini Indreswari |

JAKARTA. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) optimistis bisa memberi imbal hasil (yield) dua digit tahun ini pada peserta programnya, Jaminan Hari Tua (JHT). Instrumen investasi obligasi masih jadi pilihan.

Sebenarnya, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga ragu imbal hasil tahun ini bisa menyamai tahun lalu, yaitu 10,6%. "Kemungkinan tidak akan tercapai karena kondisi pasar uang maupun pasar modal tidak sebagus tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/12). Namun dia masih berharap imbal hasil bisa tetap dua digit, atau di atas tingkat bunga deposito.

Perusahaan pelat merah ini sudah membukukan aset Rp 115 triliun per Oktober tahun 2011, dengan dana kelolaan Rp 110 triliun. Pertumbuhannya rata-rata sebesar 18% per tahun selama lima tahun terakhir.

Hotbonar memproyeksikan, sampai akhir tahun aset bisa menyentuh angka Rp 117 triliun. Sedangkan dana kelolaan diprediksi naik menjadi Rp 112 triliun.

40% portfolio investasi ditempatkan ke pasar obligasi. Jamsostek juga berniat menyerap obligasi sesama perusahaan pemerintah seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Eximbank yang diterbitkan akhir tahun ini.

Sisa investasi ditaruh di keranjang deposito 30%, saham 20% dan reksadana 5%. Di samping itu ada juga investasi di properti dan penyertaan langsung, masing-masing porsinya di bawah 1%.

Hotbonar mengaku, pasar modal tetap dipilih walaupun kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum pulih sepenuhnya. "Hingga 95% investasi kami sifatnya jangka panjang. Kalaupun indeks sedang lemas, biarkan saja di situ," ujarnya.

2012 tak banyak berubah

Karena itu, lanjut Hotbonar, portofolio investasi tahun depan tidak akan banyak berubah. Rinciannya, saham tetap berada di kisaran 18%-22%, deposito 28%-32%, dan obligasi 38%-42%.

Hingga saat ini Jamsostek sudah menghimpun iuran anggota senilai Rp 15 triliun, dan sampai akhir tahun diperkirakan bisa sampai Rp 16 triliun. Tahun depan, iuran anggota ditargetkan antara Rp 17 triliun-Rp 18 triliun, yang berarti tumbuh antara 6%-12%.

Target aset yang ditetapkan tahun depan adalah Rp 125 triliun, dengan dana kelolaan antara Rp 118 triliun-Rp 120 triliun.

Peserta Jamsostek yang masih aktif membayar alias contributed member saat ini tercatat sebanyak 10,6 juta orang. Selain itu ada juga noncontributed member alias peserta yang sudah tidak aktif membayar, sekitar 20 juta orang. "Tahun depan akan kami benahi yang sudah tidak aktif. Jumlah peserta aktif ditargetkan bertambah menjadi 11 juta orang," pungkas Hotbonar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×